alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pakar Penerbangan untuk Pengganti Garuda Indonesia: Branding Bukan Perkara Mudah

Denada S Putri Rabu, 27 Oktober 2021 | 20:05 WIB

Pakar Penerbangan untuk Pengganti Garuda Indonesia: Branding Bukan Perkara Mudah
Salah satu pesawat Pelita Air Service (PAS) [Dok. Pelita Air]

Pakar juga menyarankan agar Pelita Air fokus ke penerbangan perintis.

SuaraKaltim.id - PT Pelita Air Service (PAS) disarankan untuk menerapkan strategi untuk menyasar segmen penerbangan di wilayah-wilayah terpencil Bumi Pertiwi. Hal itu disampaikan pakar penerbangan Arista Atmadjati.

Dia mengatakan, jika Pelita Air menjadi penerbangan berjadwal, maka hal itu sangat diperlukan oleh feeder. Dirinya juga mengatakan Pelita Air bisa mengisi penerbangan perintis.

"Karena peluangnya sangat terbuka," katanya, disadur dari Suara.com, Rabu (27/10/2021).

Dia melanjutkan, jika Garuda Indonesia akhirnya tutup, peluang untuk Pelita Air jadi lebih besar. Walaupun tak mudah, namun maskapai pengganti si 'Burung Biru' itu diharapkan bisa menjawab tantangan tersebut. Sehingga mampu membesarkan namanya sendiri.

Baca Juga: Lagi, Garuda Indonesia Digugat Soal Utang

"Perlu waktu bertahun-tahun untuk mendatangkan pesawat dan mengisi penerbangan internasional. Selain itu juga terkait soal branding ini bukan perkara mudah," ujarnya.

Lebih jauh, dia mengungkapkan bahwa organisasi pendukung Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki Garuda Indonesia saat ini terbilang cukup lengkap. Termasuk pendidikan bagi Captain dan Pilot sesuai dengan rating maskapai.

Sehingga, dirinya menyarankan Pelita Air untuk mengisi slot penerbangan perintis atau feeder di sejumlah pulau di seluruh Indonesia.

"Pelita ini kan mulainya dari penerbangan charter terus naik kelas ke reguler. Saran saya mengisi rute terbang yang tidak atau belum banyak diisi oleh maskapai lain, seperti yang dulu dilakukan oleh Merpati Airlines," katanya.

Dia menambahkan, selain mengisi slot penerbangan perintis, Pelita Air juga membuka jasa angkutan barang/ kargo dan komoditas perikanan di wilayah Indonesia Timur.

Baca Juga: Garuda Indonesia Digugat Lagi soal Utang

Pelita Air juga dituntut mampu memaksimalkan bisnis perawatan dan pemeliharaan pesawat (maintenance).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait