facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

PTM SMA dan SMK Se-Kaltim Direncanakan Januari, Beberapa Sekolah Mengaku Siap

Denada S Putri Jum'at, 03 Desember 2021 | 11:30 WIB

PTM SMA dan SMK Se-Kaltim Direncanakan Januari, Beberapa Sekolah Mengaku Siap
Potret pembelajaran tatap muka di SMP dengan menjaga jarak. SMA/SMK di Kaltim rencananya menyusul tahun depan. [kaltimtoday.co]

Kami rencananya akan buat 2 shift kelas."

“Kepala Disdikbud Kaltim (Anwar Sanusi) memang sering datang ke sekolah. Jadi beliau selalu tahu sudah sampai mana persiapannya. Jadi kami memang selalu dilihat dan disebutkan kalau SMAN 2 sudah siap gelar PTM,” ungkap Ainun.

Bicara soal kemungkinan terjadi learning loss, para guru harus siap menghadapi itu. Secara umum, jika kegiatan belajar-mengajar (KBM) tidak terjadi secara tatap muka, pasti ada beberapa siswa yang tak paham.

Bagi siswa yang tertinggal pelajaran atau tugas, nantinya pasti akan dikejar untuk mendapatkan nilai yang minimal tuntas. Disebutkan Ainun, hal itu menjadi risiko.

“Nanti pada saat PTM, masalah-masalah tersebut akan diselesaikan satu per satu. Yang tadinya tidak pernah mengumpulkan tugas atau sedikit tugasnya, saat ketemu bisa ditagih atau ditunggu tugasnya. Bisa juga dijelaskan kalau siswa tidak paham materi,” lanjutnya.

Baca Juga: PT IKI Buka Peluang Kerja Bagi Lulusan SMK ke Jepang

Ketika ditanya apakah sekolah tetap mengkombinasikan antara pembelajaran daring dan luring, Ainun menyebut memang ada beberapa skenario. Hal itu dikembalikan lagi ke kondisi masing-masing sekolah untuk lebih cocok menerapkan yang mana.

“Nanti model-model itu akan disesuaikan dengan masing-masing sekolah. Bisa kombinasi yakni separuh daring, separuh luring. Atau full semua tatap muka dan siswa yang di rumah diberikan tugas. Banyak opsinya. Itupun belum kami bahas,” lanjutnya.

Hingga saat ini, dia yang ada di bagian kurikulum pun masih merancang opsi terbaiknya. Hasilnya nanti masih akan dibahas melalui rapat dan harus ada persetujuan antara para guru, waka lainnya, dan kepala sekolah.

“Kami tetap harus menunggu izin. Pertama dari gubernur, kemudian izin dari Disdikbud, lalu meminta izin dari orangtua siswa. Kalau orangtua tidak mengizinkan, maka kami wajib memfasilitasi siswa untuk tetap belajar daring,” tandas Ainun.

Berdasarkan rekapitulasi data dari Disdikbud Kaltim per 16 November 2021, dari 146.716 siswa SMA/SMK sederajat seluruh Kaltim, ada 106.394 siswa yang sudah vaksin. Sedangkan 40.322 siswa lainnya belum. Sedangkan dari total guru sebanyak 10.472, sudah ada 9.584 yang sudah terima vaksin. Sementara 888 guru lainnya belum.

Baca Juga: 6 Aktor Berperan Jadi Anak SMA di Web Series, Padahal Sudah Usia 20-an

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait