Marimar dan MLG, Potensi Bisnis yang Manis, Harus Berakhir Tragis Karena Pemkot Samarinda yang Egois

"Saya optimis sih Pemkot mendukung UMKM..."

Denada S Putri
Kamis, 03 Februari 2022 | 20:00 WIB
Marimar dan MLG, Potensi Bisnis yang Manis, Harus Berakhir Tragis Karena Pemkot Samarinda yang Egois
Suasana Marimar di malam hari. Terlihat beberapa tenant dan pengunjung beraktivitas. [Suara.com/Denada S Putri]

Pemkot Samarinda anti Bisnis Kecil

Terpisah Haerul Anwar, pengamat ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) memberikan tanggapan. Dihubungi melalui aplikasi pesan instant, ia mengatakan bahwa Pemkot Samarinda terkesan anti dengan bisnis, apalagi bisnis kecil yang ada di Samarinda.

Menurutnya, Pemkot harus menyadari bahwa Samarinda hidupnya berasal dari bisnis dan jasa. Yang di mana secara volume, bisnis terbesar sudah pasti sektor informal dalam hal ini UMKM. Ia menyindir, Pemkot seharusnya bersyukur, karena ini penting untuk mengisi pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia melanjutkan, urusan UMKM pasti akan dihadapkan pada 2 hal. Pertama, pertumbuhannya sangat tinggi dan terkesan "kacau". Kedua, isu lingkungan, sanitasi, keindahan dan mengganggu pengguna jalan.

Baca Juga:Pemkot Samarinda Siapkan Tiga Proyek Pendukung IKN, Apa-apa Aja?

"Kedua hal inilah yang biasanya menjadi alasan, sehingga Pemkot tergoda untuk turun tangan "mengatur dan mengelola" itu (Marimar)," singgungnya.

Ia bahkan memberikan pertanyaan kepada Pemkot. Terkait visi dan program serta keahlian Pemkot dalam "mengatur dan mengelola" lokasi tersebut.

Karena baginya, seringkali yang terjadi justru kontra-produktif. Ia menyebut, ketika Pemkot ikut cawe-cawe, para UMKM dan masyarakat mengharapkan kondisi menjadi lebih baik. Sayangnya, khusus Samarinda, sampai saat ini belum ada hal seperti itu menurutnya.

"Kita tidak melihat ada visi dan program yang bagus. Apalagi keahlian untuk mengesekusinnya.

Pemindahan UMKM tak sesuai dengan sistem "Mengelola dan Mengatur" milik Pemkot

Baca Juga:Laporan Jalan Putus, Pemkot Samarinda Bakal Bebaskan Lahan untuk Proyek di Dua Wilayah Ini

Menurut pria yang akrab disapa Cody ini, ketika beberapa kali UMKM dipindahkan baik sistem pengelolaan, pengaturan, serta lokasi. Banyak yang hasilnya tak sesuai dengan omzet yang mereka dapatkan di tempat sebelumnya.

REKOMENDASI

News

Terkini