“Untuk saat ini permintaan vaksinasi booster lebih mendominasi, terutama untuk pekerja pelayan publik yang sudah mencapai 39 persen,” lanjutnya.
Diketahui, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara resmi mengumumkan dalam siaran persnya, memberi kelonggaran bagi pelaku perjalanan luar negeri dan panduan protokol kesehatan Ramadhan dan Idul Fitri 1443 Hijriah. Yakni lampu hijau untuk pulang kampung atau yang kerap disebut mudik tanpa melakukan tes Covid-19.
Syaratnya, wajib vaksin lengkap hingga tiga kali atau booster. Sedangkan bagi masyarakat yang baru menjalani vaksin pertama wajib tes PCR dan antigen bagi masyarakat yang baru menjalani vaksinasi hingga dosis kedua.
Momentum yang sudah lama ditunggu masyarakat sontak membuat masyarakat semakin antusias dan berbondong-bondong menjalani vaksin booster. Tidak terkecuali di Balikpapan. Salah satu sentra vaksinasi yakni di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC/DOME), diserbu warga.
Baca Juga:Dokter Reisa Menyarankan Vaksinasi Covid-19 Dilakukan Menjelang Buka Puasa
“Jadi sejak Presiden RI menyampaikan siaran pers bahwa untuk mudik diperbolehkan tapi dengan syarat melengkapi vaksinasi, maka terjadi lonjakan hingga 100 persen, permintaan dosis tiga itu sampai 2 ribu peserta bahkan lebih,” bebernya.
Menurutnya, ketentuan itu tentunya lebih baik karena dianggap mampu melindungi kesehatan masyarakat selama mudik.
“Apalagi bersilaturahmi bertemu orang banyak di kampung halaman dan lebih mudah lagi saat kembali tidak perlu repot lagi mencari tempat untuk tes PCR maupun antigen cukup menunjukan setifikat booster atau vaksin tiga kali,” tutupnya.