facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Waduh, Kasus ISPA dan Hipertensi Mendominasi Selama Libur Lebaran di Balikpapan

Denada S Putri Minggu, 08 Mei 2022 | 09:00 WIB

Waduh, Kasus ISPA dan Hipertensi Mendominasi Selama Libur Lebaran di Balikpapan
Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty. [Inibalikpapan.com]

Banyak kasus meningkat seperti infeksi saluran pencernaan atas (ISPA), hipertensi, diabetes melitus yang tidak terkendali."

SuaraKaltim.id - Tak bisa dipungkiri selama bulan suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri, ada beberapa kebiasaan yang berubah. Terutama, dalam hal konsumsi makanan yang berimbas dengan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Julirty mengatakan, selama Ramadan dan libur Idul Fitri ini, ada beberapa penyakit yang memang cukup meningkat terjadi di Kota Balikpapan.

“Banyak kasus meningkat seperti infeksi saluran pencernaan atas (ISPA), hipertensi, diabetes melitus yang tidak terkendali akibat adanya pola makan yang berubah selama Ramadan dan idulfitri,” ujarnya, melansir dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Minggu (8/5/2022).

Dio biasa Andi Sri Juliarty disapa menambahkan, kalau dalam presentasenya belum ada datanya. Namun, untuk terbanyak itu ada pada kasus ISPA yang mencapai 156 kasus.

Baca Juga: Antisipasi Macet, Libur Sekolah Anak Diperpanjang? Ini Faktanya

"Hipertensi 130 kasus dan diabetes melitus capai 40 kasus,” ucapnya.

Dia menjelaskan, ISPA bisa disebabkan oleh virus maupun bakteri. Pihak DKK tidak menyatakan kalau ISPA ini terjadi lantaran kabut asap, karena penyebab ISPA bisa sangat banyak, termasuk juga polutan.

“Tidak mesti karena ASAP, kan tidak bisa dibuktikan,” jelasnya.

Namun, terkait keadaan yang sekarang, menurutnya seluruh puskesmas bersiaga. Dokter maupun perawat juga harus selalu berada di tempat, namun stok obat terkait ISPA dan dampak alergi lainnya juga sudah disiapkan.

Dia menegaskan, hal itu harus menjadi kewaspadaan bagi dokter- dokter pemeriksa. Agar bisa membedakan antara ISPA akibat perubahan cuaca, dan mana yang Covid-19.

Baca Juga: Kawasan Kota Tua Masih Jadi Primadona Wisatawan Jabodetabek Habiskan Libur Lebaran

“Mereka harus bisa membedakan, sehingga dapat memberikan penanganan yang tepat,” akunya. 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait