Dinas Perikanan dan Peternakan Kota Samarinda menuturkan belum mendapatkan adanya laporan PMK yang menyerang terjadi di Samarinda.
"Kalau itu (PMK) itu belum ada laporan kepada kami," ungkap Medik Veteriner ahli muda Dinas Perikanan dan Peternakan Kota Samarinda, drh. Jumianti saat ditemui awak media, di hari sebelumnya, Senin (13/6/2022).
Dia menjelaskan, sapi-sapi itu memang dikirim dari NTT. Lalu transitnya di Samarinda, kemudian dibawa ke Kutai Lama, lalu dikirim ke Berau.
"Dari Berau itu mintanya 13 ekor, cuma dari Kutai Lama itu 7 ekor, yang 6 ekornya dari Gorontalo. Dari 7 ekor ini mati satu 6 ini masuk ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Berau," jelasnya.
Baca Juga:Cegah PMK, Lapak Hewan Kurban di Bandar Lampung akan Diperiksa Tim Gabungan
"Waktu baru datang itu langsung diperiksa fisiknya ternyata aman. Namun pada saat mau dipotong kan itu diperiksa lagi, ternyata pada saat diperiksa ada luka," sambungnya.
Belum pasti ada PMK atau tidak di Samarinda
Dia menambahkan, untuk kepastian ada atau tidaknya PMK di Samarinda, hal itu masih menunggu hasil. Yah, pemeriksaan dari laboratorium katanya masih belum keluar.
"Dugaan kita memangkan suspek, tapi kan masih nunggu hasil lab. Karena untuk dianalisa pastinya harus dari hasil lab. Dan hasilnya labnya sampai sekarang belum ada," tegasnya.
Tak hanya itu, dirinya tak menampik bahwa Samarinda juga bisa ikut tertular PMK. Pasalnya, Samarinda merupakan jalur transit untuk seluruh pengiriman sapi-sapi di Samarinda.
Baca Juga:Jadwal Piala Presiden 2022 Hari Ini, Ada Duel Barito Putera vs RANS Nusantara FC
"Makanya kami dari Dinas Peternakan Hewan Kota Samarinda juga berkoordinasi dengan provinsi untuk melakukan pencegahan PMK," ujarnya.