Kasus Cacar Monyet Picu Rasa Khawatir Masyarakat Banjarbaru, Diskes: Patuhi Prokes

Penyakit cacar monyet dapat menular melalui kontak erat dengan hewan, manusia, atau benda yang terkontaminasi virus.

Denada S Putri
Rabu, 24 Agustus 2022 | 19:58 WIB
Kasus Cacar Monyet Picu Rasa Khawatir Masyarakat Banjarbaru, Diskes: Patuhi Prokes
Ilustrasi virus monkeypox yang menyerang manusia. (Freepik)

SuaraKaltim.id - Belum lama ini Indonesia mengumumkan penemuan kasus pertama cacar monyet atau monkeypox. Pasien tersebut dikabarkan tinggal di Jakarta dan sebelumnya melakukan perjalanan ke luar negeri.

Mengetahui hal ini tentu memicu rasa khawatir di tengah masyarakat. Tak terkecuali di Kota Banjarbaru. Terkait hal itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Diskes) Banjarbaru, dr Budi Simanungkalit mengatakan, masyarakat Kota Banjarbaru tidak perlu khawatir, karena penularan cacar monyet jauh lebih sulit apabila dibandingkan Covid-19.

“Monkeypox adalah penyakit langka dan penularannya ini cukup sulit. Jadi masyarakat di luar Jakarta khususnya Banjarbaru jangan khawatir, terus patuhi prokes dan kebersihannya dijaga,” ujarnya, melansir dari KanalKalimantan.com--Jaringan Suara.com, Rabu (24/8/2022) siang.

Dijelaskan olehnya, penyakit cacar monyet dapat menular melalui kontak erat dengan hewan, manusia, atau benda yang terkontaminasi virus monkeypox.

Baca Juga:Dinas Kesehatan Sulsel: Pasien Suspek Cacar Monyet Bertambah Satu Orang

“Di antaranya adalah cairan tubuh, air liur, darah, lesi kulit, dan bagian lainnya,” sebutnya.

Budi mengaku, pihaknya sudah membuat surat edaran untuk semua Puskesmas dan fasilitas kesehatan di Banjarbaru agar menjadi perhatian atau skrining para pasien yang mengarah ke penyakit itu.

“Artinya gejala-gejala yang mirip cacar itu harus ditangani dengan ketat. Sementara itu dulu, karena dari pusat belum ada surat edaran terbaru terkait penyakit ini,” ucapnya.

Penyebab cacar monyet ini dikatakan bukanlah seperti namanya, melainkan dari hewan pengerat. Namun, pertama kali ditemukan dari hewan monyet di Denmark tahun 50, tahun 70. Sedangkan lanjutnya, pada manusia di 2002, lalu kasus di Amerika pada 2003.

Terkait vaksin untuk cacar monyet, kata Budi, masih belum dilaksanakan karena tidak ditemukan penyebaran yang masif atau cepat dan tidak menggangu tatanan sistem masyarakat.

Baca Juga:Antisipasi Sebaran Cacar Monyet, Bandara Ngurah Rai Pasang 6 Pemindai Suhu

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini