Karena BBM, Harga Sewa Kapal ke Beras Basah Naik, Ini Daftarnya

Sebelumnya tarif kapal berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

Denada S Putri
Rabu, 07 September 2022 | 19:40 WIB
Karena BBM, Harga Sewa Kapal ke Beras Basah Naik, Ini Daftarnya
Jasa sewa kapal penyebrangan ke Pulau Beras Basah di Pelabuhan Tanjung Laut. [KlikKaltim.com]

SuaraKaltim.id - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi solar membuat Asosiasi Kapal Wisata menuju Pulau Beras Basah ikut menaikkan harga sewanya. 

Tarif kenaikan itu resmi disepakati oleh 48 Anggota yang terdaftar. Seluruhnya, bertempat di Pelabuhan Tanjung Laut Indah. 

Ketua Asosiasi Kapal Wisata Bontang Hanan mengatakan, kenaikan sudah terjadi sejak Sabtu (3/9/2022) lalu. Alhasil, setiap harga penyebrangan dan jenis kapal mengalami kenaikan Rp 50 ribu. 

"Kesepakatan kami naik harganya. Ini juga karena BBM Subsidi naik, kalau enggak yah masih dengan harga yang sama," katanya, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Rabu (7/9/2022). 

Baca Juga:Demo Tolak Harga BBM Naik di Bandar Lampung Ricuh! Gerbang Gedung DPRD Roboh

Sebelumnya tarif kapal berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Sesuai dengan kapasitas penumpangnya. Dengan penyesuaian harga terbaru ini pastinya berimbas pada jumlah pengunjung.

Wisatawan pastinya akan berfikir berulang kali untuk bepergian ke Pulau Beras Basah. Untuk diketahui, sebagian anggota asosiasi mendapat pasokan solar dengan harga eceran. Bukan langsung dari SPBN yang berada di Pelabuhan Tanjung Limau. 

Harga per eceran, nelayan harus merogoh kocek Rp 10 ribu per liter. Sementara sekali angkut untuk kapal bermesin dompeng setidaknya membutuhkan 7-8 Liter untuk pulang -pergi. Sedangkan untuk mesin kapal 4 silinder mencapai 10-14 Liter. 

"Sebagian anggota tidak dapat pasokan solar dari SPBN. Kami jadinya beli ke eceran dengan harga yang tinggi. Megap-megap juga kekhawatiran kita sepi pelanggan," sambungnya. 

Sebagai tambahan informasi, tarif harga baru naik setelah 9 Tahun dari harga lama. Kenaikan ini juga didasari harga baru BBM Subsidi. Bukan pertimbangan ambil keuntungan masing-masing anggota asosiasi. 

Baca Juga:Detik-Detik Wapres Maruf Amin Dihadang Demonstran Menolak BBM Naik di Palembang

"Baru ini naik dari 2013 lalu. Naiknya cukup signifikan. Harus dijalani meski dengan berat hati," ucapnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini