Proses PAW Tak Bisa Dilakukan, Kuasa Hukum Ma'ruf Effendy Ajukan Banding: Tidak Boleh Berlangsung

Pengajuan banding itu didasari oleh hasil putusan Pengadilan Negeri Bontang.

Denada S Putri
Kamis, 22 September 2022 | 19:55 WIB
Proses PAW Tak Bisa Dilakukan, Kuasa Hukum Ma'ruf Effendy Ajukan Banding: Tidak Boleh Berlangsung
Kuasa Hukum Ma'ruf Effendy, Risnal resmi ajukan banding atas putusan majelis hakim. [KlikKaltim.com]

SuaraKaltim.id - Kuasa Hukum Ma'ruf Effendy, Risnal resmi mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Kalimantan Timur, Kamis (22/9/2022). Dokumen banding ia setorkan melalui Pengadilan Negeri Bontang. 

Pengajuan banding itu didasari oleh hasil putusan Pengadilan Negeri Bontang bahwa gugatan Ma'ruf Effendy kepada Dewan Perwakilan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Bontang tidak diterima majelis hakim pada (19/9/2022) lalu.

"Kami ajukan banding ke PT melalui Pengadilan Negeri Bontang," katanya, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com. 

Dengan gugatan banding ini, DPD PKS tak bisa melakukan proses PAW hingga perkara perdata dari kliennya mendapatkan hasil yang berkedudukan hukum tetap.

Baca Juga:Istri dan Anak Ngamuk Saat Tahu Hotman Paris Sudah Deal Harga dengan Ferdy Sambo

Hal itu didasarkan dengan Pasal 241 ayat (1) undang-undang no 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 13 tahun 2019.

Ia menjelaskan, di dalam aturan tersebut disebutkan anggota Partai politik diberhentikan oleh partai politiknya sebagaimana dimaksud dalam pasal 239 ayat(2) huruf d, bersangkutan mengajukan keberatan melalui pengadilan, pemberhentiannya sah setelah adanya putusan pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap.

"Karena kita ajukan banding jadi proses PAW tidak boleh berlangsung. Karena klien kami masih menempuh jalur hukum ke tingkat pengadilan Tinggi," kata Risnal saat ditemui di Pengadilan Negeri Bontang. 

Sebelumnya, dikonfirmasi Kuasa Hukum DPD PKS Bontang Muhammad Iqbal menyatakan, siap menunggu proses hukum yang sedang berlangsung. 

Karena, setelah hasil putusan majelis hakim masih ada proses pengajuan banding yang bisa dilakukan oleh pihak penggugat. 

Baca Juga:Kuasa Hukum Brigadir J Pasang Waspadai Pergerakan Ferdy Sambo, Sudah Dipecat Takhta Hilang Masih Punya Uang

"Kami tetap patuh pada proses hukum yang berjalan. Yang jelas klien kami pun punya kedudukan yang kuat atas gugatan yang dilayangkan," terang Muhammad Iqbal.

News

Terkini

Tingkat kelembapan di Kaltim dimulai dari angka 60 sampai 100 persen.

News | 06:00 WIB

"Karena pandemi Covid-19 masih ditetapkan pemerintah sampai saat ini, bahkan semua kabupaten/kota di Kalsel masih status PPKM level 1," ujar Diauddin.

| 03:20 WIB

Laga Timnas Indonesia vs Curacao di Stadion GBLA berhasil dimenangkan skuad Garuda dengan skor 3-2.

News | 23:25 WIB

Balikpapan masih zona merah.

News | 21:16 WIB

Ketua panitia Turnamen Silaturahmi Usia 50 Tahun Keatas, Amirullah membenarkan ada salah seorang pemain meninggal dunia.

News | 21:08 WIB

Salah satu korban sampai ada yang melahirkan seorang bayi.

News | 19:43 WIB

Sontak terjadi keributan dipersimpangan jalan. Beberapa warga yang berada di sekitar lantas menghampiri.

News | 19:12 WIB

Diskes mengimbau kepada seluruh warga untuk lakukan Gerakan 3M Plus.

News | 18:42 WIB

Dari 4 orang tersebut, 3 dilaporkan meninggal dunia.

News | 17:00 WIB

Video itu diunggah di akun @kabarnegri.

News | 16:09 WIB

Instagram MotoGP menunggah foto Rara pawang hujan saat hujan mengguyur Sirkuit Motegi, Jepang dalam lanjutan seri balap motor 2022.

News | 15:59 WIB

Selain melakukan penyelidikan, kami juga memintai keterangan beberapa orang saksi salah satu anak perempuan korban yang saat itu berada di lokasi kejadian," kata Budi.

| 15:28 WIB

Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim) nantinya akan didesain dengan berorientasi pada manusia dan pejalan kaki.

News | 15:18 WIB

Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Diskop-UKMP Yusran mengatakan, saat ini Pemkot Bontang hanya menunggu hasil pengumuman.

News | 14:30 WIB
Tampilkan lebih banyak