Kasus DBD Meningkat di Kaltim, 2 Wilayah Ini Jadi Perhatian Diskes

Diskes mengimbau kepada seluruh warga untuk lakukan Gerakan 3M Plus.

Denada S Putri
Sabtu, 24 September 2022 | 18:42 WIB
Kasus DBD Meningkat di Kaltim, 2 Wilayah Ini Jadi Perhatian Diskes
Ilustrasi--Pasien demam berdarah dirawat di rumah sakit. (Shutterstock)

SuaraKaltim.id - Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Diskes Kaltim) mengungkapkan, terjadi tren peningkatan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di sejumlah daerah di Kaltim hingga Agustus kemarin.

Secara keseluruhan, telah dilaporkan sebanyak 3.034 kasus yang ditemukan positif DBD. Lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2.898 kasus.

Hal ini menjadi fokus perhatian agar warga lebih meningkatkan kewaspadaan dan perketat kebersihan lingkungan. Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Diskes Kaltim, dr Ivan Hariyadi menerangkan, sejumlah daerah tersebut.

Di antaranya Berau, Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu). Untuk diketahui, di Berau pada 2021 ditemukan 78 kasus positif DBD dengan 2 kematian. Data hingga Agustus 2022 meningkat dengan capaian 268 kasus dan 1 kematian.

Baca Juga:Pengendalian Laju Inflasi Terus Dilakukan di Samarinda, Pasar Tani dan Murah Digelar di Loa Bakung

Tren peningkatan ini juga terjadi di Kubar dengan jumlah 163 kasus dari Januari hingga Agustus 2022, yang 3 kali lipat melebihi jumlah kasus positif DBD pada 2021 dengan jumlah 49 kasus.

Selanjutnya, di Mahulu didapati 57 kasus positif DBD, meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 35 kasus.

“Tren peningkatan terjadi seiring dengan mulai tingginya mobilitas warga di masa pemulihan pasca pandemi Covid-19. Di Mahakam Ulu misalnya, didapati bahwa sebagian besar pasien DBD yang terjangkit disebabkan aktivitas bepergiannya yang cukup masif keluar dan dalam kota. Di samping itu, faktor kebersihan lingkungan pun jadi penentu, sebab kita tahu bahwa penyakit ini terjadi dikarenakan perkembangbiakkan nyamuk Aedes Aegypti yakni adanya jentik-jentik yang ditemukan di penyimpanan air,” jelasnya, melansir dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Sabtu (24/9/2022).

Oleh sebab itu, Diskes mengimbau kepada seluruh warga untuk lakukan Gerakan 3M Plus. Yakni  menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum dan penampung air lemari es.

Kemudian, yang kedua dengan menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi dan toren air. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Baca Juga:Dikabarkan Sang Istri Kena Santet, Pesulap Merah Bantah Itu Fitnah

"Serta plusnya menghindari gigitan nyamuk," singkatnya.

News

Terkini

Pasien terkonfirmasi di Benua Etam ada 28 orang.

News | 21:30 WIB

Kabar itu juga diunggah kembali di akun gosip @lambeturah_oficial.

Lifestyle | 21:12 WIB

Kamilan mengatakan, proses penertiban bukan hal yang mudah.

News | 20:45 WIB

Peristiwa yang menimpa Mawar bukan hanya sekali.

News | 20:30 WIB

Tersangka diamankan di Kawasan Gunung Guntur.

News | 20:14 WIB

Soal rumah mewah yang dimiliki Ismail Bolong, dipaparkan admin di keterangan tulisnya.

News | 19:30 WIB

Jika dibandingkan dengan 2022, APBD Kaltim melonjak naik sekitar Rp 6 triliun.

News | 19:00 WIB

Penyaluran sudah menyentuh angka 2.336 penerima.

News | 18:30 WIB

Lantaran dianggap mengancam keselamatan dirinya dan pengendara lain, sejumlah orang lalu mendekati pria yang sedang salat di tengah jalan itu.

News | 17:30 WIB

Hal itu ditetapkan dalam Pengumuman Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Nomor 561 / 11854 / 2187-IV / B.Kesra

News | 17:00 WIB

Andi Faiz menyayangkan keputusan pemerintah atas pengadaan mobil dinas baru itu.

News | 16:30 WIB

Tampak pelaku dengan menggunakan logat bahasa Sumatera sempat menggertak petugas.

News | 16:00 WIB

LBH Samarinda melaporkan praktek tambang ilegal. Tapi laporan sering tidak berprogres.

News | 15:43 WIB

Minimal kenaikan UMK dari 6-10 persen.

News | 14:45 WIB

Meski mencekam, warga terlihat menengadahkan kedua tangannya ke atas sembari menunggu kiriman bantuan.

News | 14:30 WIB
Tampilkan lebih banyak