BI Kaltim Optimalisasi Pengendalian Inflasi di Bumi Mulawarman: Sudah Berjalan

Dari berbagai langkah tersebut, lanjutnya, hasilnya kemudian mampu menekan laju inflasi.

Denada S Putri
Rabu, 05 Oktober 2022 | 19:47 WIB
BI Kaltim Optimalisasi Pengendalian Inflasi di Bumi Mulawarman: Sudah Berjalan
Kepala Kanwil BI Kaltim Ricky Perdana Gozali. [Istimewa]

SuaraKaltim.id - BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kalimantan Timur (TPID Kaltim) terus melakukan optimalisasi pengendalian inflasi untuk mengantisipasi dampak penyesuaian harga energi terhadap komoditas pangan.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BI Kaltim, Ricky Perdana Gozali belum lama ini. Ia mengatakan, hal itu akan dioptimalisasi terus.

"Optimalisasi yang terus kami lakukan adalah melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang sudah berjalan sejak bulan lalu hingga saat ini dan akan terus berlanjut," ujarnya, melansir dari ANTARA, Rabu (5/10/2022).

Langkah yang dilakukan antara lain TPID Kaltim dan TPID Kota Samarinda meluncurkan GNPIP yang meliputi beberapa program unggulan pengendalian inflasi.

Baca Juga:Transportasi Penyumbang Inflasi Terbesar di Purwokerto dan Cilacap

Sejumlah program unggulan itu seperti gerakan urban farming berupa menanam 7.700 bibit cabai untuk masyarakat, gelar pasar murah dan operasi pasar, kerja sama dengan daerah sumber komoditas pangan utamanya beras, digitalisasi pemasaran dan pembayaran komoditas inflasi, serta koordinasi insentif fiskal.

"Sejumlah upaya yang dilaksanakan oleh TPID di wilayah Kaltim ditempuh melalui sinergi dan dukungan seluruh pihak, agar daya beli masyarakat terjaga untuk mendukung momentum pemulihan ekonomi Kaltim," ujarnya.

Dari berbagai langkah tersebut, lanjutnya, hasilnya kemudian mampu menekan laju inflasi. Seperti pada September 2022 dengan indeks harga konsumen (IHK) Kaltim tercatat inflasi sebesar 0,85 persen (mtm), setelah bulan sebelumnya mengalami deflasi 0,26 persen.

Capaian ini membuat inflasi tahunan Kaltim pada September 2022 sebesar 5,69 persen (Year-on-Year/yoy), lebih rendah ketimbang capaian nasional yang berada pada 5,95 persen (yoy).

Berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi pada September bersumber dari peningkatan harga pada kelompok transportasi, namun inflasi lebih tinggi tertahan oleh deflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Baca Juga:Duh! Transportasi Sumbang Inflasi Terbesar di Purwokerto-Cilacap

Ia melanjutkan, penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi dampak dari meningkatnya biaya energi global merupakan kontributor inflasi pada kelompok transportasi.

News

Terkini

Pasien terkonfirmasi di Benua Etam ada 28 orang.

News | 21:30 WIB

Kabar itu juga diunggah kembali di akun gosip @lambeturah_oficial.

Lifestyle | 21:12 WIB

Kamilan mengatakan, proses penertiban bukan hal yang mudah.

News | 20:45 WIB

Peristiwa yang menimpa Mawar bukan hanya sekali.

News | 20:30 WIB

Tersangka diamankan di Kawasan Gunung Guntur.

News | 20:14 WIB

Soal rumah mewah yang dimiliki Ismail Bolong, dipaparkan admin di keterangan tulisnya.

News | 19:30 WIB

Jika dibandingkan dengan 2022, APBD Kaltim melonjak naik sekitar Rp 6 triliun.

News | 19:00 WIB

Penyaluran sudah menyentuh angka 2.336 penerima.

News | 18:30 WIB

Lantaran dianggap mengancam keselamatan dirinya dan pengendara lain, sejumlah orang lalu mendekati pria yang sedang salat di tengah jalan itu.

News | 17:30 WIB

Hal itu ditetapkan dalam Pengumuman Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Nomor 561 / 11854 / 2187-IV / B.Kesra

News | 17:00 WIB

Andi Faiz menyayangkan keputusan pemerintah atas pengadaan mobil dinas baru itu.

News | 16:30 WIB

Tampak pelaku dengan menggunakan logat bahasa Sumatera sempat menggertak petugas.

News | 16:00 WIB

LBH Samarinda melaporkan praktek tambang ilegal. Tapi laporan sering tidak berprogres.

News | 15:43 WIB

Minimal kenaikan UMK dari 6-10 persen.

News | 14:45 WIB

Meski mencekam, warga terlihat menengadahkan kedua tangannya ke atas sembari menunggu kiriman bantuan.

News | 14:30 WIB
Tampilkan lebih banyak