Lebih lanjut, ia menambahkan jika menghadapi sebuah masalah di depan mata, harus diselesaikan secara tuntas. Ia memberikan contoh soal situasi yang ada di Kaltim.
"Masih banyak bangunan sekolah yang rusak di Kaltim, urgensi jalur antar kota-kota di Kaltim juga sangat penting. Yang merasakan uang itu rakyat. Sementara yang kita kerjakan hanya untuk ASN kerja bukan untuk rakyat dan pusat perekonomian," bebernya.
Kemudian, di debat itu Ganjar Pranowo kembali mempertanyakan tentang posisi Anies terhadap kebijakan IKN, apakah ditolak atau melanjutkan.
Menurut pasangan Muhaimin Iskandar, hal tersebut merupakan contoh produk hukum yang tidak melewati proses dialog publik yang lengkap.
"Siapa yang kritis dianggap oposisi, dan yang pro dianggap pro terhadap pemerintah. Karena tidak ada proses pembahasan yang komprehensif dan memberikan ruang kepada publik," tutupnya.