Sering kali pipa itu tidak sengaja ditabrak nelayan yang mengakibatkan kerusakan pada kapal. Tidak hanya itu bahkan baling-baling kapal juga sering patah ketika mengenai pipa tersebut.
Untuk itu, perlu adanya tindaklanjut. Khususnya OPD terkait yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang harus segera memperbaiki bagian pipa yang mengganggu nelayan.
"Kasihan nelayan harus jadi korban karena pipa itu sampai mengganggu akses mereka melaut. Banyak kerugian nelayan kerap menabrak pondasi pipa itu. Kemudian kapal bocor dan baling baling kapal patah," kata Amir Tosina, Rabu (8/3/2023) lalu.
Politisi Partai Gerindra itu menilai ada perencanaan yang kurang matang. Pasalnya, dari pantauan lokasi kedalaman setiap pipa tidak sama.
Baca Juga:Terpilih dari 3 Kandidat, Sosok Ini Calon Kuat Kadis DPMPTSP Bontang
Belum lagi tidak adanya rambu-rambu yang memperingatkan nelayan untuk mencari rute lain. "Harusnya ada plang pemberitahuan kalau ini kan tidak. Harus secepatnya dikerjakan," sambungnya.
Mengkonfirmasi hal itu Kabid Sanitasi, Air Minum dan Sumber Daya Air PUPRK Bontang, Edi Suprapto mengaku, akan segera menindaklanjuti pembenahan.
Utamanya dengan memasang plang pemberitahuan. Setelah itu, untuk perencanaannya pembangunan pondasi pipa tidak boleh merusak terumbu karang yang ada disitu.
Makanya, tindaklanjutnya nanti akan memperbaiki berapa pondasi yang sering ditabrak oleh kapal. "Iya kalau perencanaan sudah sesuai. Pondasinya juga sudah ada didasar laut. Cuman ada beberapa titik yang akan disempurnakan," terang Edi.
Baca Juga:Kasus Udin Mulyono Selesai, Tidak Ditemukan Pelanggaran Pemilu 2024