Tahapan kedua adalah penyambutan tamu dimana dilaksanakan oleh ketua adat yang telah siap dengan sesajian yang dibawanya.
Tetua adat ini kemudian melemparkan anjing ke udara dengan Mandau, dan pihak kedua tamu rombongan harus menebasnya dengan Mandau hingga anjing itu mati.
Uniknya, jika anjing masih hidup maka harus dipotong begitu jatuh ketanah. Prosesi juga dilakukan untuk hewan lain seperti ayam hingga telurnya.
Biasanya kepala adat yang melempar telur ayam kepada rombongan tamu. Jika telur tersebut tidak pecah, maka artinya tamu yang datang tidak tulus.
Baca Juga:3 Tradisi Unik Suku Dayak Ini Bisa Menambah Semangat Gotong Royong Warganya
Sebalinya, jika telur yang dilempar pecah, maka tamu ritual tersebut ikhlas dan selama acara Nyobeng, maka para tamu layak untuk dihormati.
Kontributor : Maliana