Lanjut Edy, Dissos memiliki anggaran Rp 21 miliar yang digunakan untuk beragam keperluan termasuk untuk keperluan makan untuk mereka.
"Rp 21 miliar Itu di bagi, selain untuk makan, pengiriman orang terlantar, warga yang tidak memiliki identitas kemudian sakit, termasuk pelatihan-pelatihan buat mereka yang terlantar," bebernya.
Edy juga menjelaskan, untuk pengiriman orang yang terlantar pihaknya terlebih dahulu melakukan koordinasi.
"Misalkan dari Madura, kami cari paguyuban-nya dulu, ternyata paguyuban enggak ada anggaran berarti kami kerja sama dengan pemerhati sosial seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznaz) dan lainnya. Bila tidak bisa, maka merujuk ke provinsi, namun bila tidak bisa juga maka dari kami yang kirim," jelasnya.
Baca Juga:Kuliner Balikpapan Makin Menggeliat, Izin UMKM Melonjak 12 Ribu di Tahun 2024