Bahkan dalam permulaan berdirinya Kerajaan Kutai Kertanegara, dapat kita katakan alam pikiran dan kepercayaan pada sebagian besar masih dipengaruhi dan berpegang kepada ajaran-ajaran Hindu atau Budha.
Contoh nyata dari alam pikiran ini adalah saat itu Raja dianggap sebagai penjelmaan Dewa. Kemudian selalu mengadakan Upacara penobatan Raja ketika ada pergantian kekuasaan.
Sampai-sampai dalam suatu hikayat ada disebut bahwa ibu dari Paduka Nira berpesan jika anaknya meninggal maka tulang-tulang mayatnya ini disimpan dalam suatu guci dan guci itu disimpan dalam suatu candi.
Sayangnya candi itu hingga sekarang belum ditemukan, atau bisa saja sudah rusak karena terbuat dari kayu.
Baca Juga:Mengenal Tarsul, Seni Bertutur Mirip Pantun Khas Masyarakat Kutai
Kontributor : Maliana