Tantangan dan Strategi Pembangunan IKN, Antara Harapan dan Skeptisisme Kota Mati

Beberapa waktu lalu sejumlah pakar sempat menilai IKN bisa terancam menjadi kota mati.

Denada S Putri
Jum'at, 02 Agustus 2024 | 16:00 WIB
Tantangan dan Strategi Pembangunan IKN, Antara Harapan dan Skeptisisme Kota Mati
Istana Garuda di IKN. [Ist]

Jakarta adalah proses yang memberi kita optimisme bahwa kota-kota Indonesia bisa dibenahi. Maka pemerataan pembangunan mestinya yang dibangun bukan 1 kota tapi 18 kota besar di seluruh Indonesia," kata Sulfikar.

Meski sempat diramal kan menjadi kota mati, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengungkapkan cara menghidupkan IKN.

Menurut Basuki, upaya meramaikan Ibu Kota Nusantara (IKN) salah satunya yaitu dengan membentuk Badan Usaha Milik Otorita IKN (BUMO).

"Badan Usaha Milik Otorita itu kita fokuskan untuk melakukan kegiatan yang mendukung menciptakan keramaian kota ini. Nantinya, BUMO akan memanfaatkan lokasi-lokasi strategis untuk menjadikan tempat berusaha," kata Basuki saat konferensi pers di IKN, Juli lalu.

Baca Juga:Fokus Sinergi dengan IKN, RPJPD 2025-2045 Banjarmasin Resmi Disahkan

Lebih lanjut, Basuki menjelaskan BUMO akan mendapat kepercayaan untuk mengelola lini bisnis ritel tersebut.

Menurut Basuki, beberapa fasilitas hiburan yang menunjang keramaian dan penggerak perekonomian di IKN, seperti Bioskop dan Kebun Binatang rencananya juga akan dibangun.

"Misalnya bioskop, justru pemanfaatan infrastruktur yang sudah dibangun di gerai-gerai atau ruangan-ruangan yang di bawah kantor Kemenko di (Jalan, red) Sumbu Kebangsaan akan dimanfaatkan untuk retail dan itu dikelola oleh BUMO tadi.

Termasuk kebun binatang itu ditugaskan nanti kepada BUMO supaya lebih jelas lagi," ujar Basuki.

Baca Juga:IKN Gunakan Jaringan Utilitas Bawah Tanah, Tak Ada Lagi Kabel Seliweran

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini