Kaltim Menuju Smart Province: Tantangan dan Harapan di Era Digital

Faisal mengungkapkan keyakinannya bahwa ini adalah berkah bagi Indonesia, khususnya masyarakat Kaltim.

Denada S Putri
Kamis, 29 Agustus 2024 | 16:30 WIB
Kaltim Menuju Smart Province: Tantangan dan Harapan di Era Digital
Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal. [Dok. Diskominfo Kaltim]

"Sebelum ditetapkan Kaltim sebagai IKN, saya bersurat mau minta lima tower aja, itu bolak-balik kantor setengah mati ngurusnya. Harus ke sana kemari, tapi setelah jadi IKN lebih dari 50 tower dibangun," jelas Faisal.

Menjelang pemilihan kepala daerah yang semakin dekat, Faisal berharap Gubernur, Wali Kota, dan Bupati yang terpilih memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan daerahnya sebagai Smart City

"Misi saya dua sampai tiga tahun ke depan, kota-kota di Kaltim bisa segera menjadi Smart City. Setelah 80 persen Kabupaten/Kota di Kaltim sudah Smart City, saya akan bergerak ke Smart Province," paparnya.

Faisal juga menambahkan bahwa masyarakat digital di Kaltim sudah siap. "Masyarakat sekarang itu menunggu (Pemerintah) yang punya kebijakan, punya kekuatan anggaran, dan sebagainya untuk beralih ke digital demi terwujudnya pelayanan yang lebih baik, praktis, efisien, cepat, dan mudah," pungkasnya mengakhiri sesi pemaparan. (NAD/ADV/Diskominfo Kaltim).

Baca Juga:Prediksi BMKG: Pasang Laut Kaltim Capai 2,7 Meter, Berikut Dampaknya

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini