Pemprov Kaltim Genjot Vaksinasi PMK, Sasar 150.000 Dosis Tahun Ini

Dia menjelaskan, proses vaksinasi masih terus berjalan dengan melibatkan petugas di pusat kesehatan hewan di setiap kabupaten/kota.

Denada S Putri
Minggu, 08 Desember 2024 | 16:00 WIB
Pemprov Kaltim Genjot Vaksinasi PMK, Sasar 150.000 Dosis Tahun Ini
Ilustrasi vaksinasi hewan. Jumlah dokter hewan di Lampung saat ini belum ideal. [ANTARA]

SuaraKaltim.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mengejar target vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sebanyak 150.000 dosis hingga akhir tahun ini. Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Heean Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Kaltim, Dyah Anggraini Jumat (06/12/2024) kemarin.

Dia menyebut, target vaksinasi itu bertujuan untuk mewujudkan Kaltim bebas PMK dan menjaga kondisi ternak tetap sehat.

"Vaksinasi ini merupakan strategi utama dalam pengendalian dan penanggulangan PMK. Kami kejar 150.000 dosis didistribusikan ke 10 kabupaten/kota di Kaltim," ujarnya, dikutip dari ANTARA, Minggu (07/12/2024).

Dia menjelaskan, proses vaksinasi masih terus berjalan dengan melibatkan petugas di pusat kesehatan hewan di setiap kabupaten/kota. Namun, ada kendala dalam pelaksanaan vaksinasi, terutama pada ternak yang dipelihara secara ekstensif atau dilepasliarkan.

Baca Juga:APBD Rp 25 Triliun, Bisakah Kaltim Wujudkan Program Makan Gratis Berkualitas di Era Rudy-Seno?

"Pemeliharaan ternak secara ekstensif, terutama sapi, mencapai 70 persen di Kalimantan Timur. Hal ini menjadi kendala bagi petugas di lapangan, karena membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengumpulkan ternak yang tersebar," ucapnya.

Meskipun demikian, Disnakeswan Kaltim terus berupaya mencapai target vaksinasi dengan menggandeng peternak. Pihaknya mendorong peternak untuk berkontribusi, misalnya dengan menyediakan kandang jepit di lokasi agar memudahkan petugas dalam melakukan vaksinasi.

Disnakeswan Kaltim mencatat sekitar 60.000 dosis vaksin telah disuntikkan pada hewan ternak di seluruh kabupaten/kota.

"Mudah-mudahan angka ini terus meningkat hingga akhir Desember nanti," harap Dyah.

Dyah mengakui, pencapaian vaksinasi PMK di Kaltim belum mencapai target 100 persen. Selain sistem pemeliharaan ternak yang ekstensif, keterbatasan waktu juga menjadi faktor penghambat.

Baca Juga:Eks Tambang Batu Bara Kaltim Bertransformasi Jadi Lahan Produktif untuk Pertanian

"Vaksin dari pusat didistribusikan sekitar bulan Oktober-November. Praktis, hanya ada waktu dua bulan untuk merealisasikan vaksinasi. Waktu yang sangat pendek," ungkap Dyah.

Terkait distribusi vaksin ke daerah-daerah terpencil, Dyah menjelaskan bahwa Disnakeswan Kaltim memanfaatkan jasa transportasi dan mengirimkan langsung vaksin ke lokasi.

"Untuk daerah terpencil, seperti Kabupaten Kutai Barat, kami drop vaksin di ibu kota kabupaten, kemudian diambil oleh petugas. Khusus untuk lokasi yang jauh, kami perhatikan rantai dingin vaksin dengan membawa kotak pendingin untuk menjaga kualitas vaksin," paparnya.

Dyah optimistis dengan upaya dan strategi yang dilakukan, Kaltim dapat mencapai target vaksinasi PMK dan mewujudkan Kaltim bebas dari penyakit tersebut.

"Ini penting untuk menjaga kesehatan hewan ternak dan menjamin ketersediaan pangan hewani yang aman dan sehat bagi masyarakat," pungkasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini