Benarkah Gigitan Kutu Picu Penyakit Serius? Ini Penjelasan dan Cara Mencegahnya!

Jangan remehkan gigitan kutu. Sebab, hewan kecil ini bisa membawa penyakit serius ke tubuh manusia.

Riki Chandra
Senin, 30 Juni 2025 | 13:46 WIB
Benarkah Gigitan Kutu Picu Penyakit Serius? Ini Penjelasan dan Cara Mencegahnya!
Ilustrasi kutu di rambut. [Dok. Antara]

SuaraKaltim.id - Jangan remehkan gigitan kutu. Sebab, hewan kecil ini bisa membawa penyakit serius ke tubuh manusia.

Gigitan kutu diketahui dapat menularkan berbagai patogen, mulai dari bakteri, virus, hingga parasit, yang bisa memicu gangguan kesehatan ringan hingga berat, bahkan berpotensi fatal jika tidak segera ditangani.

Dalam laporan Health, disebutkan bahwa di Amerika Serikat saja, tercatat sedikitnya 17 jenis penyakit yang dapat ditularkan oleh berbagai spesies kutu.

Salah satu penyakit paling umum adalah penyakit Lyme, yang menyumbang hampir 80 persen dari total kasus akibat gigitan kutu.

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang bisa memicu gejala seperti ruam kulit, kelelahan ekstrem, hingga sakit kepala.

Gigitan kutu bukan hanya memicu penyakit Lyme. Spesies kutu lain juga berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan lain seperti babesiosis, infeksi parasit yang menyerang sel darah merah; tularemia, penyakit bakteri yang bisa diobati dengan antibiotik; anaplasmosis, infeksi bakteri dengan gejala menyerupai flu; hingga sindrom langka alpha-gal, yakni alergi terhadap daging merah.

Menurut para ahli, kutu menularkan penyakit saat mereka berpindah dari satu inang ke inang lainnya. Saat kutu mengisap darah dari hewan yang terinfeksi, mereka bisa membawa patogen penyebab penyakit, yang kemudian disuntikkan ke tubuh manusia saat gigitan berikutnya.

Dokter spesialis penyakit menular pediatrik, Charlotte Mao, yang juga anggota Dewan Penasihat Ilmiah untuk Bay Area Lyme Foundation, menjelaskan bahwa kutu tidak melompat atau terbang, tetapi menempel pada rumput atau semak dengan kaki belakang sambil menjulurkan kaki depannya untuk "menangkap" inang seperti manusia atau hewan peliharaan.

"Ketika hal itu terjadi, mereka berpindah ke inang—misalnya, Anda atau anjing Anda. Kemudian kutu merangkak dan memanjat ke lokasi yang berbeda pada tubuh untuk akhirnya menempel dan menggigit," kata Mao.

Kutu biasanya menyukai area tubuh yang hangat dan lembap, seperti ketiak, pangkal paha, leher, belakang lutut, dan pinggang.

Pada anak-anak, kutu cenderung menggigit di sekitar kepala dan leher karena posisi tubuh mereka lebih dekat dengan vegetasi.

Ciri Gigitan Kutu dan Risiko Penularan

Ciri khas gigitan kutu biasanya berupa benjolan merah kecil yang kadang disertai rasa gatal atau bengkak.

Namun berbeda dari gigitan serangga lainnya, gigitan kutu kerap tidak menimbulkan rasa sakit sehingga banyak orang tidak menyadari sudah tergigit.

Beberapa patogen seperti virus Powassan dapat ditularkan hanya dalam waktu 15 menit setelah kutu menempel pada kulit. Sedangkan untuk penyakit Lyme, kutu perlu menempel selama beberapa jam, bahkan bisa lebih dari 24 jam, sebelum berhasil menularkan infeksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini