- Seekor orang utan kembali diselamatkan dari kebun sawit di Long Sam, Kutim.
- Bayi orang utan yang diberi nama Jeck itu sempat diasuh oleh keluarga penemu.
- Pemeriksaan awal menunjukkan kondisi kesehatan Jeck cukup memprihatinkan.
"Namun, baginya tindakan itu masih normal. Walau, bagi animal keeper, kondisi itu pertanda baik. Karena, secara umum Jack mulai bisa melakukan penyesuaian. Bahkan, tidak takut lagi kepada manusia," terangnya.
Sementara itu, Kepala BKSDA Kaltim, M Ari Wibawanto, membenarkan adanya proses penyelamatan anak orangutan dari warga di wilayah Kutim tersebut.
Ia mengatakan laporan masyarakat menjadi kunci penting dalam penyelamatan satwa dilindungi.
"Beberapa waktu lalu, kita memang mendapatkan informasi dari masyarakat yang telah menemukan orangutan di pinggir kebun mereka. Kami tindak lanjuti laporan tersebut. Kita ambil hewan itu," jelas Ari.
Ia menambahkan, kondisi Jeck saat ini terus dipantau secara intensif.
Setelah dinyatakan sehat dan mampu bertahan hidup secara alami, pihaknya akan mempersiapkan proses pelepasliaran ke habitat aslinya di bawah pengawasan BKSDA Kaltim.
"Dari sisi kesehatannya semoga cepat membaik. Termasuk juga dari sisi keliarannya juga membaik. Sehingga, kami cepat melepaskan Jack ke alam liar. Sehingga, Jack bisa bertumbuh maksimal layaknya orang utan pada umumnya," tegasnya.
Kontributor: Yuliharto Simon