- BKSDA Kalimantan Timur menelusuri kemunculan orang utan di jalan raya Bengalon, Kutai Timur, pada awal September 2026.
- Petugas menemukan sarang di dekat jalan serta menyatakan wilayah tersebut memang merupakan habitat asli satwa dilindungi tersebut.
- BKSDA mengimbau warga agar tidak berinteraksi dengan satwa dan segera melaporkan penemuannya kepada petugas berwenang.
SuaraKaltim.id - BKSDA Kalimantan Timur (Kaltim) menelusuri jejak kemunculan invidu orang utan (Pongo pygmaeus) yang terlihat melintas di sekitar jalan raya baru kawasan Bengalon, Kutai Timur (Kutim), pada awal September 2026.
Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto mengatakan penelusuran tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi riil di lapangan setelah video kemunculan satwa dilindungi tersebut menjadi perhatian publik.
Tim BKSDA telah melakukan verifikasi langsung dengan mencermati lokasi dari berbagai sisi serta mencocokkan dengan objek yang terlihat dalam rekaman.
"Dalam penelusuran tersebut, tim kami menemukan sarang orang utan pada sebuah pohon yang berada tidak jauh dari jalan raya. Temuan ini menjadi bagian dari analisis lapangan untuk mengetahui lebih dalam keberadaan dan aktivitas orang utan di sekitar kawasan tersebut," ujar Ari, Jumat (11/9/2026).
Dia menjelaskan kawasan Bengalon dan wilayah sekitarnya memang merupakan bagian dari habitat asli orang utan.
Pergerakan alami satwa endemik tersebut dapat membawanya mendekati fasilitas umum, terutama ketika jalur jelajahnya bersinggungan langsung dengan kawasan yang kini padat dengan aktivitas manusia.
Sebagai langkah edukasi dan mitigasi risiko, BKSDA Kaltim mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat setempat maupun pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut agar tidak melakukan interaksi yang dapat membahayakan keselamatan satwa maupun manusia.
"Masyarakat kami imbau untuk tidak memberi makan, menyentuh, mengejar, maupun mendekati orangutan. Jika menemukan orang utan di sekitar jalan, segera laporkan kepada petugas kami agar dapat dilakukan pemantauan dan penanganan secara tepat dan aman," ucap Ari.
Sebagai bentuk komitmen perlindungan satwa, BKSDA Kaltim selanjutnya terus menggencarkan pemantauan terhadap pergerakan orang utan beserta kondisi habitat di sekitar jalan raya baru Bengalon. (Antara)