SuaraKaltim.id - Selama masa pandemi Covid-19, penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kalimantan Timur menurun drastic. Penurunan itu bahkan mencapai puncaknya pada Bulan Mei 2020 lalu.
Region Manager Sales Retail MOR VI Pertamina Kalimantan Aji Anom menyebutkan, selama masa pendemi penggunaan bahan bakar minyak mengalami penurunan hingga 30 persen. Penurunan ini terjadi pada seluruh jenis BBM yang diproduksi Pertamina melalui SPBU miliknya. Penurunan paling rendah terjadi pada Bulan Mei 2020 lalu.
“Penurunan mulai Bulan April dan paling rendah itu pada Bulan Mei, tapi tiga bulan terakhir sudah naik lagi,” kata Anom di Balikpapan, Jumat (4/9/2020). Posisi konsumsi BBM saat ini, tambahnya, sudah menuju kondisi normal. Bahkan di awal Bulan September ini penggunaan BBM nyaris normal.
“Kalau untuk gasoline, gasoline itu Premium, Pertalite, Pertamax, kurang lebih 7 ribu liter per hari untuk Kalimantan,” tambahnya. Anom memprediksi, jika kondisi sudah normal dari pandemi Covid-19, bisa dipastikan penggunaan bbm justru lebih dari normal. Hingga saat ini Pertamina masih terus menjaga pasokan BBM selama pandemi.
Sebelumnya, akibat pembatasan aktivitas masyarakat, konsumsi BBM turun drastis. Tangka-tangki penampungan milik Pertamina penuh sehingga harus menghentikan operasi kilang.
Hal ini dilakukan karena tidak ada lagi tempat penampungan minyak hasil produksi. Pandemi membuat aktivitas masyarakat lebih banyak berada di rumah.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kaltim Ence Ahmad Rafidin Rizal, pandemi ini seolah membuat bumi bisa bernafas sejenak. Pandemi membuat warga dipaksa untuk tetap berada di rumah sehingga konsumsi BBM menurun.
“Aktifitas masyarakat dalam penggunaan kendaraan bermotor yang menurun bisa dijadikan pembenaran telah terjadi penurunan emisi gas rumah kaca,” kata Ence. Menurutnya, dari sisi lingkungan, ada hikmah lain pandemi Covid-19 yakni langit menjadi lebih biru dan lapisan ozon kembali menebal.
(Fatahillah Awaluddin)
Kontributor : Awaluddin
Baca Juga: Penderita Covid-19 Meningkat, Pemkot Balikpapan Berlakukan Jam Malam
Berita Terkait
-
BBM Premium Dihapus, Pengamat Energi: Masyarakat Kita Nurut dan Pemaaf
-
Bukan Hapus Premium, Pertamina Ingin Pelanggan Gunakan BBM Ramah Lingkungan
-
Pengamat Heran Pertamina Rugi Rp 11 Triliun, Padahal Penjualan BBM Naik
-
Konsumsi BBM Masa Transisi Tatanan Baru Berangsur Normal
-
Tingkatkan Oktan BBM Mampu Bersihkan Ruang Bakar Mesin?
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Kisah Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Bawa Cita Rasa Bubur Cirebon ke Taipei
-
Hadirkan BRImo Taiwan, BRI Raih Penghargaan Inovasi di IDX Channel 2026
-
ISPA Meningkat Dampak Karhutla, Fasilitas Kesehatan di Kaltim Diminta Siaga
-
Kalimantan Dikepung Kabut Asap, BMKG Perketat Pantauan Hotspot
-
Jadi Tulang Punggung Inklusi Keuangan, BRI Sambut Baik Arahan Prabowo