Bahkan Ariaji Ardiansyah dikabarkan pernah menjalanj rawat inap di rumah sakit jiwa di Kota Bogor selama enam bulan lamanya.
"Ini ada hal yang krusial untuk diklarifikasi, klien kami mengalami gangguan jiwa bukan dari lahir. Tetapi karena klien kami korban penyalahgunaan narkotika maka psikisnya sedikit terganggu," katanya.
"Diagnosisnya sudah disampaikan tadi, makanya saya sangat legowo karena klien saya mendapatkan keadilan. Kembali kepada keputusan keluarga korban, karena bagaimanapun juga kami sangat berempati dengan korban karena dia adalah tulang punggung keluarga. Cuman nanti kan santunannya tergantung kemampuan dari keluarga klien kami," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang pengendara ojol bernama Mahadir Maulana (37) diserang orang tak dikenal saat mengantarkan pesanan kepada pelanggannya.
Peristiwa itu terjadi tepat di persimpangan Jalan Suryanata mengarah Jalan Juanda, Kecamatan Samarinda Ulu, pada Minggu dini hari (6/9/2020) sekitar pukul 01.30 WITA.
Pelaku menyerang korban dengan menggunakan senjata tajam berupa parang. Akibatnya korban mengalami luka serius. Urat nadi kedua tangan korban sampai putus. Korban pun sampai harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie.
Aparat kepolisian tak butuh waktu lama untuk membekuk pelaku penimpasan. Hanya selang sehari, pelaku atas nama Ariaji Ardiansyah ditangkap di rumah salah satu keluarganya.
Diawal pengungkapan kasus ini, polisi sempat menyebut bahwa tidak ada motif apapun pelaku sampai tega melukai korban.
Pelaku yang diketahui habis menenggak minuman keras jenis tuak, tiba-tiba saja menyerang korban dengan menggunakan parang. Sejak itulah tindak penganiayaan hingga mengakibatkan luka berat itu sempat diproses oleh kepolisian.
Baca Juga: Driver Ojol Terlalu Jujur, Pelanggan Viralkan Aksinya hingga Tuai Pujian
Korban Tak Bisa Cari Nafkah
Sementara itu, dua bulan pasca kejadian itu, korban yang mengalami putus urat nadi di kedua tangannya, sampai harus mengalami penderitaan panjang. Kedua tangannya tak benar-benar bisa berfungsi seperti sediakala, kendati telah menjalani dua kali operasi.
Bahkan korban yang berperan sebagai tulang punggung keluarga, kini tak lagi bisa mencari nafkah. Dokter memintanya untuk tidak lagi mengendarai motor.
Korban kini tak bisa lagi menghidupi keluarganya, Lantara tak bisa bekerja sebagai ojol. Terlebih lagi, dia harus dihadapkan beban untuk membayar hutang pasca operasi.
"Selama ini saya berobat menggunakan uang pinjaman dari orang-orang. Saya hanya sebagai ojol, yang tidak punya penghasilan tetap," ungkap Mahadir kepada media ini, ketika dikonfirmasi terkait tanggapannya mengenai tersangka yang saat ini terlepas dari proses hukum.
Lanjut Mahadir, selama menjalani perawatan hingga dua kali operasi, dirinya harus menghabiskan biaya pengobatan itu sebesar Rp 30 juta. Biaya pengobatan itu didapatkan dari menghutang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
Terkini
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng
-
Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut
-
Kebakaran Lahan di Tol Samarinda-Balikpapan, Petugas Terkendala Pasokan Air