SuaraKaltim.id - Nasib nahas menimpa tiga penggali sumur saat mengeduk sumur yang berada di Jalan Irigasi Kelurahan Handil Bakti Kecamatan Plaran Kota Samarinda pada Jumat (13/11/2020).
Mereka menghirup aroma gas yang diduga berasal dari dalam perut bumi. Sehingga salah satu pekerja yang diketahui bernama Ancah dikabarkan kritis dan dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) IA Moeis.
Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 11.30 WITA. Berawal saat Anwar, Ancah dan Rudi diminta menggali sumur oleh seorang pemilik peternakan ayam yang rencananya akan digunakan sebagai sumber air untuk kebutuhan tempat tersebut. Mereka diminta oleh pemilik peternakan ayam untuk memperdalam sumur dari semula tiga meter menjadi enam meter.
Namun saat baru memulai pengerjaannya, Rudi yang berada di dalam sumur tiba-tiba merasa pusing dan sesak nafas akibat aroma menyengat yang diduga gas berasal dari perut bumi.
"Saya tadi baru angkat tanah enam ember, terus merasa pusing. Ada aroma gas didalam sumur. Kemudian saya langsung naik dan menyampaikan itu ke Anwar dan Ancah," katanya saat dikonfirmasi.
Namun, informasi yang disampaikan Rudi tak dipedulikan Anwar dan Ancah. Pun kemudian Anwar masuk ke dalam sumur, guna menggantikan tugas Rudi. Tetapi baru beberapa menit di dalam sumur, suara lirih Anwar terdengar oleh Rudi dan Ancah dari atas permukaan.
Anwar yang berada di dasar sumur nampak terkulai lemas sembari meminta pertolongan kepada kedua rekannya itu.
"Dia minta tolong, aroma gasnya sudah makin menyengat. Kemudian Ancah masuk ke dalam sumur untuk membantu. Tapi merasakan sama, mereka berudua sama-sama lemas di dalam sumur," lanjut Rudi.
Mengetahui kedua temannya dalam bahaya, Rudi lantas meminta pertolongan dari warga sekitar. Namun sayang, proses pertolongan pertama itu berjalan cukup sulit.
Baca Juga: Semburan Gas Liar dan Air Warna Hitam Berbau Kagetkan Warga Indramayu
Dikarenakan kondisi lubang sumur yang sempit, ditambah lagi Anwar dan Ancah yang lemas tak memiliki tenaga untuk menyambut pertolongan warga. Setelah berjibaku cukup keras, Anwar akhirnya berhasil diangkat dari lubang sumur keatas permukaan.
Karena kondisi yang tak memungkinkan untuk turut mengangkat Ancah yang tertinggal di dalam sumur. Warga kemudian menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Samarinda.
"Aroma gasnya makin menyengat, jadi ngga ada yang berani untuk masuk. Kita kemudian hubungi Disdamkar," ucapnya.
Selang beberapa menit kemudian, Petugas Disdamkar yang tiba dilokasi kejadian langsung melakukan penyelamatan. Proses evakuasi ini memakan waktu selama 15 menit. Usai Ancah berhasil diangkat ke atas permukaan, dia langsung dibawa ke RSUD IA Moeis.
"Waktu diangkat sudah tidak sadarkan diri. Karena kebanyakan menghirup gas. Jadi langsung dibawa ke rumah sakit," kata Rudi.
Dikonfirmasi terpisah, Humas Disdamkar Samarinda Heri Suhendra mengatakan, akibat kejadian itu korban atas nama Ancah dikabarkan kritis dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD IA Moeis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Tak Bisa Diganti Uang Pribadi Gubernur, Kursi Pijat Rudy Mas'ud Bakal Dipindah
-
Pelajar SMK Samarinda Meninggal karena Sepatu Kekecilan, Ibu Ungkap Kronologi
-
Mensos Respons Kasus Siswa SMK Samarinda Meninggal usai Keluhkan Sepatu Sempit
-
Pemprov Kaltim Klarifikasi Perihal Heboh Anggaran Laundry Gubernur Senilai Rp450 Juta
-
Siswa Meninggal Gegara Sepatu Kekecilan, DPRD Samarinda Singgung Pendataan Lemah