Eko Faizin
Selasa, 10 Maret 2026 | 23:29 WIB
Mantan Gubernur Kalimantan Timur periode 2019–2024, Isran Noor. [Ist]
Baca 10 detik
  • Mantan Gubernur Kaltim Isran Noor menyindir soal pengadaan mobil dinas Rudy Mas'ud.
  • Isran menekankan pengadaan barang mewah, seharusnya tidak dibebankan kepada negara.
  • Selama memimpin Kaltim, dia menggunakan mobil dinas Lexus sebagai kendaraan operasional.

SuaraKaltim.id - Polemik pengadaan mobil dinas mewah untuk Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud senilai Rp8,5 miliar masih menjadi perbincangan luas di masyarakat.

Gubernur Kaltim periode 2019–2024, Isran Noor, ikut memberikan tanggapan yang bernuansa kritik sekaligus sindiran terhadap isu tersebut.

Perdebatan publik muncul setelah kendaraan mewah yang sebelumnya disiapkan untuk Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud disebut dikembalikan kepada penyedia. Nilai pengadaan yang mencapai miliaran rupiah memicu diskusi mengenai prioritas penggunaan anggaran daerah.

Menanggapi situasi itu, Isran Noor menyinggung sikapnya selama menjabat sebagai gubernur. Ia menekankan bahwa kebutuhan pribadi, terutama yang berkaitan dengan barang mewah, seharusnya tidak dibebankan kepada keuangan negara.

"Lebih baik aku beli pakai uang pribadi, kalau mau pakai mobil mewah," kata Isran Noor.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika ia merespons pertanyaan awak media terkait polemik mobil dinas yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Dalam kesempatan itu, Isran menyampaikan komentarnya dengan gaya santai yang khas, disertai humor yang kerap muncul dalam berbagai pernyataannya di ruang publik.

Di tengah diskusi tersebut, ia juga menyinggung istilah "marwah" yang sebelumnya sempat menjadi bahan perbincangan publik setelah digunakan oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.

"Aku gak pernah jadi gubernur, karane kalau jadi gubernur itu harus bisa menjaga marwah," ucapnya.

Meskipun disampaikan dengan nada bercanda, pernyataan tersebut dinilai sebagai bentuk pengingat mengenai pentingnya menjaga integritas dan citra jabatan publik, terutama dalam penggunaan fasilitas yang berasal dari anggaran negara.

Isran juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah merasakan pengalaman menaiki kendaraan mewah. Namun, ia menegaskan bahwa kendaraan tersebut bukan miliknya.

"Pernah naik mobil mewah, tapi punya orang," ujar Isran Noor dengan intonasi khas suku Banjar.

Mobil yang dimaksud adalah Mercedes Benz Maybach yang nilainya disebut mencapai sekitar Rp15 miliar. Kendaraan tersebut dikenal sebagai salah satu sedan premium yang biasa digunakan oleh kalangan pejabat tinggi maupun pengusaha.

Selain kendaraan mewah, Isran bahkan mengaku memiliki jet pribadi. Ia kembali menekankan bahwa fasilitas tersebut diperoleh dengan menggunakan dana pribadi.

"Aku begini-begini punya jet pribadi, tapi beli sendiri, bukan uang rakyat," ujarnya.

Load More