SuaraKaltim.id - Pascameninggalnya Wakil Wali Kota Balikpapan Terpilih, Thohari Aziz, menjadikan kursi Balikpapan-2 kosong. Lantaran itu, muncul pertanyaan calon pengganti mantan Wakil Ketua DPRD Balikpapan tersebut untuk menemani Rahmad Masud memimpin Kota Minyak hingga lima tahun mendatang.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan Noor Thoha mengemukakan, penentuan nama pengganti diserahkan kepada partai politik yang mendukung pasangan tersebut saat Pilkada 2021.
“Semua tergantung musyawarah koalisi parpol. Namun dipastikan dalam Pasal 176 bahwa yang mengusulkan dua nama tersebut adalah partai politik pengusung,” katanya seperti dilansir Antara.
Dia mengemukkan, proses tersebut sesuai dengan aturan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016. Berdasarkan aturan tersebut, pengganti Thohari Aziz tidak mesti dari partai yang sama.
Sebelum meninggal, Thohari Aziz diketahui menjabat Ketua DPC PDIP Balikpapan.
Sedangkan, pengusung pasangan Rahmad-Thohari berasal dari Partai Golkar dan PDIP, sehingga bisa diyakini akan ada dua nama calon yang muncul dari kader kedua partai tersebut.
Selain dua partai pengusung tersebut, pasangan itu mendapat dukungan PKB, PPP, PKS, Gerindra, PAN, Partai Demokrat, dan Perindo.
Noor juga menambahkan, untuk selanjutnya, setelah ada dua nama calon yang akan menggantikan posisi Thohari Aziz akan diserahkan ke DPRD untuk dilakukan di DPRD.
“Prosesnya di DPRD Balikpapan,” ujarnya.
Baca Juga: Sebelum Umumkan PPKM Jilid II, Wali Kota Rizal Sampaikan Permohonan Maaf
Nantinya nama itu akan dilantik setelah pengangkatan Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud.
Sebelumnya diberitakan, Thohari Aziz meninggal dunia setelah dirawat 11 hari di RS Pertamina Balikpapan. Dokter yang merawatnya mengemukakan, Thohari Aziz terpapar Covid-19 dengan penyakit bawaan atau komorbid.
Thohari sempat masuk ruang perawatan intensif pada Jumat (22/1/2021) sampai akhirnya meninggal dunia pada Rabu (27/1/2021) pada pukul 17.30 WITA. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu
-
JPMorgan Berikan Validasi Atas BBRI, Kualitas Aset Membaik
-
Suara.com Audiensi dengan DPD RI Kaltim, Bahas Sinergi Publikasi dan Keterbukaan Informasi
-
KUR BRI Dukung Rosyidah Terus Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut di Indramayu
-
Strategi Dorong UMKM Desa Berkembang Melalui Peran Mantri BRI, Simak Kisah dari Sumatera Utara Ini