SuaraKaltim.id - Pemerintah Kota Balikpapan telah menerapkan PPKM skala mikro. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Balikpapan Nomor 330/392/Pem Tahun 2021 tentang PPKM Berbasis Mikro Dan Kota Untuk Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan Pandemi Covid-19 di Balikpapan.
Dalam surat edaran tersebut, Rizal Effendi mengatakan PPKM skala mikro dan kota akan dilangsungkan selama dua minggu sejak tanggal 13 sampai tanggal 27 Februari 2021 mendatang.
Artinya tidak ada lagi penutupan pasar dan mal seperti kebijakan sebelumnya, sedangkan fasilitas umum semua ditutup.
"Surat edaran ini bukan berarti mengesampingkan surat edaran Gubernur. Tapi kita sudah konsultasi dengan Gubernur dan Kapolda, dan sudah sesuai instruksi Presiden dan Mendagri," ujar Rizal di Balikpapan, Jumat 12 Februari 2021.
Baca Juga: Anies Baswedan: PPKM Tak Efektif Bila Warga Tetap Keluar Kota Saat Libur
Sedangkan dalam pelaksanaannya, PPKM mikro fokus pada lingkungan RT. Di mana setiap RT akan dibagi beberapa zona seperti zona hijau, zona kuning, zona orange dan zona merah.
"Jika di satu RT dalam tujuh hari terakhir tidak ada kasus positif, maka disebut zona hijau. Selanjutnya jika ada satu sampai lima rumah yang terkena maka masuk zona kuning, dan kalau lima sampai 10 rumah maka zona orange. Kalau lebih dari itu maka masuk zona merah," tambahnya.
Selama pelaksanaan PPKM mikro, pihak RT dan unsur lainnya akan bekerja sama dengan dinas kesehatan untuk menemukan kasus suspek. Selanjutnya melakukan isolasi mandiri, serta melakukan pemeriksaan terhadap warga yang kontak dengan si pasien.
Satgas Covid-19 di tingkat RT juga harus melakukan pengawasan ketat. Di mana harus melakukan penutupan tempat ibadah, kawasan bermain anak dan fasilitas umum lainnya. Dan memberlakukan sistim buka tutup masuk lingkungan hingga pukul 21.00 Wita dan dipastikan menerapkan semua protokol kesehatan.
Terpisah, salah satu lingkungan yang warganya terdapat pasien positif Covid-19 yakni RT 24 dan RT 25 Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara yang mencakup perumahan Pesona Bukit Batuah dan perumahan Taman Sari.
Baca Juga: Kritik PPKM Mikro, Ini Penjelasan Dekan FISIP Universitas Brawijaya Malang
Ketua RT 25 Graha Indah Sidiq Nur Alam saat diwawancarai mengatakan, karena ada beberapa warga yang positif, sebelum penerapan PPKM skala mikro, di lingkungan mereka sudah satgas Covid-19. Sudah ada posko yang mengontrol aktivitas warga yang keluar masuk perumahan.
Berita Terkait
-
Kota Balikpapan Raih Posisi Teratas dalam Pembangunan di Kaltim
-
Berita Keluhan Warga Mengenai Jalan Rusak Disoal, AJI Minta Wali Kota Balikpapan Selesaikan ke Dewan Pers
-
Classy Yamaha Exhibition Pentas di Kota Balikpapan dan Banjarbaru, Dua Model Andalan Jadi Sasaran Selfie
-
Bagi Pencinta Otomotif di Balikpapan, Jangan Sampai Terlewat: Daihatsu Urban Fest Pentas Besok Sampai Akhir Pekan
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
APBD Terpangkas Rp 300 Miliar, Pemkab PPU Matangkan Program Kartu Cerdas
-
Libur Lebaran di Beras Basah: 3.000 Pelancong, Mayoritas Wisatawan Lokal
-
Harga Sewa Kapal ke Pulau Beras Basah: Mulai Rp 550 Ribu, Ini Daftarnya!
-
Dua Penghargaan Internasional dari The Asset Triple A Awards 2025 Sukses Diboyong BRI
-
Dari Nganjuk ke Sepaku, Wisatawan Rela Tempuh Perjalanan Jauh Demi IKN