SuaraKaltim.id - Viral video Warga Desa Sumurgeneng Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban Jawa Timur (Jatim) berbondong-bondong beli mobil baru menjadi buah bibir warganet. Tercatat ada 180 mobil baru yang dibeli warga kampung crazy rich tersebut, usai mendapatkan uang pengganti lahan yang akan diperuntukan menjadi kilang minyak.
Meski begitu, salah satu miliarder Desa Sumurgeneng, Kholikah (50) malah mengaku tidak berminat membeli kendaraan seperti yang dilakukan para tetangganya. Dia mengemukakan, uang miliaran rupiah miliknya kini telah diinvestasikan ke beberapa sektor.
Untuk investasi pertama, Kholikah membelanjakan uang hasil pengganti lahannya dengan lahan baru di Desa Merkawang, Kecamatan Tambakboyo. Tanah tersebut sebagai ganti lahan miliknya yang telah dilepas untuk kepentingan negara.
Kemudian, dia juga menginvestasikannya dengan membeli obligasi dan reksadana. Obligasi sendiri merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah, BUMN atau perusahaan swasta.
Sementara, reksadana pendapatan tetap merupakan instrumen investasi yang diterbitkan oleh perusahaan manajer investasi, yang di dalamnya terdiri dari efek-efek obligasi.
Selain itu, juga dialokasikan untuk pengembangan bisnis meubelernya. Lantaran sebelum ada kilang, dia bersama suaminya berbisnis meubel tidak di rumah melainkan panggilan ke yang order. Setelah pembebasan lahan kemudian buka sendiri di rumah.
"Modal untuk meubel kurang lebih Rp 200 juta dan telah berjalan tujuh bulan. Selain teman sendiri se-Kecamatan Jenu, penjualan meubel juga via online hingga Lamongan. Dengan omzet kotor lebih dari Rp 50 juta," tambahnya saat ditemui reporter BlokTuban.com-jaringan Suara.com di rumahnya pada Rabu (17/2/2021)..
Usaha meubel miliknya kini telah memiliki tiga karyawan dan diharapkan terus berkembang dengan suntikan modal. Investasi terakhir untuk pendidikan anak-anaknya.
Dia mengemukakan, uang pengganti lahan yang didapatnya dari pembebasan di Desa Sumurgenen mencapai Rp 4,5 miliar.
Baca Juga: Cerita Warga Kampung Miliarder yang Terima Uang Belasan Miliar Rupiah
"Lahan yang dibeli Pertamina untuk proyek Kilang Tuban kurang dari 1 hektare dan mendapat uang Rp4,5 Miliar," ungkapnya.
Perlu diketahui, warga Sumurgeneng mendadak menjadi orang kaya baru setelah tanahnya dibeli Pertamina dengan harga Rp 600 ribu hingga Rp 800 ribu per meternya untuk proyek Kilang GRR Tuban.
Dari data yang dihimpun kantor desa setempat ada 225 pemilik dengan 500 lebih bidang yang masuk peta penetapan lokasi (penlok) kilang. Selain Desa Sumurgeneng, ada satu desa lain yang masuk pembebasan lahan yaitu Desa Wadung, Kecamatan Jenu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB
-
Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit
-
Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka