SuaraKaltim.id - Jelang Piala Menpora 2021, Borneo FC Samarinda merilis logo baru, tepat pada hari ulang tahun klub yang ke-7 tahun. Berikut makna dari tiap bagian dari logo Borneo FC Samarinda.
LOGO BERBENTUK PERISAI; Perbedaan adat-istiadat dari Pulau Kalimatan begitu sangat luas. Oleh sebab itu, sebagai klub sepak bola yang berasal dari tanah Kalimantan, Borneo FC Samarinda dengan bangga memakai perisai berukiran dayak sebagai bentuk kebanggaan akan tanah leluhur.
DOMINAN BERWARNA MERAH MAROON; Warna merah maroon adalah warna favorit dari Nabil Husien Said Amin. Merah maroon berasal dari perpaduan tiga warna, yakni warna kuning (harapan), biru (kedamaian) dan merah (gagah berani).
BORNEO SAMARINDA; Dalam logo berbentuk perisai ini, tidak ada tambahan Football Club. Ini bermakna luas, sekaligus penegasan bahwa Borneo Samarinda kedepan bukan hanya sebagai klub sepak bola. Namun dirancang sebagai klub-klub profesional di semua bidang olahraga bergengsi.
Tulisan BORNEO berwarna putih dan abu-abu; kedua warna tersebut bermakna kemurnian (putih) dan keabadian (abu-abu). Sehingga pemilihan warna itu di diharapkan bisa benar-benar abadi dalam kemurnian.
Tulisan SAMARINDA berwarna oranye atau jingga; sebagai klub sepak bola yang berkembang di kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Warna oranye merupakan warna kebesaran Kota Tepian. Selaras dengan itu, warna oranye juga mengambarkan jiwa kreatifitas yang tinggi. Gambaran itu berbanding lurus dengan keinginan Pesut Etam menjadi klub modern yang haus akan kemakmuran.
PESUT MARAH; Sebagai hewan mamalia air tawar di perairan Sungai Mahakam, Pesut Mahakam merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan. Ekspresi marah Pesut Mahakam dalam logo, sebagai tanda bahaya kepada musuh. Datang, Lawan, Menang!
Dilansir dari laman resmi klub, Borneo FC Samarinda kini tidak lagi sekadar klub sepak bola saja. Tapi merupakan entitas dari tiga hal sekaligus. Yakni tim sepak bola profesional, pendukung fanatik, dan Kota Samarinda. Ketiga unsur ini akan diwujudkan dalam satu bentuk. Melalui logo baru yang dibuat dengan pemikiran panjang dan kerja keras.
Sebagai sebuah klub, Borneo FC Samarinda dijalankan dengan sangat serius. Dan memiliki filosofi yang menjadi acuan. Sehingga tidak asal jalan. Dari musim ke musim, di usia yang tepat 7 tahun hari ini. Borneo FC Samarinda selalu memiliki ambisi untuk meraih prestasi. Tapi untuk meraihnya, klub mengedepankan azas proses panjang.
Baca Juga: Piala Menpora 2021: Persija, Persib, Persebaya dan Arema FC Beda Grup
"Borneo FC adalah milik masyarakat Samarinda secara menyeluruh, tanpa memandang dari mana dan siapa," ungkap Presiden Klub Borneo FC Samarinda Nabil Husein Said Amin.
Berita Terkait
-
Segera Dibubarkan, Pemain Timnas Kumpul Kembali Usai Piala Menpora 2021
-
Siap-siap! Drawing Piala Menpora 2021 Segera Digelar, Ini Detailnya
-
Gibran Minta Semifinal-Final Piala Menpora di Solo, Ini Tanggapan PT LIB
-
Tim Pelatih Borneo FC Soroti Kondisi Pemain Pasca Setahun Tak Bermain
-
Pemain Timnas U-19 Komang Teguh Bangga Bergabung Borneo FC
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Pemprov Kaltim Rincikan Anggaran Renovasi Rumah Dinas Gubernur Rp25 Miliar
-
Wali Kota Samarinda Tolak Penghapusan Iuran BPJS, Begini Jawaban Pemprov Kaltim
-
Kabar Bantuan Iuran BPJS Warga Samarinda Dihentikan, Pemprov Kaltim Klarifikasi
-
Tolak Kebijakan Pemprov Kaltim soal Iuran JKN, Wali Kota Samarinda: Tidak Adil!
-
Penetapan Tersangka Dipertanyakan, Kasus Muara Kate Diduga Ada 'Kambing Hitam'