Scroll untuk membaca artikel
Sapri Maulana
Kamis, 25 Maret 2021 | 15:27 WIB
Gubernur Isran Noor Gubernur saat melepas ekspor ke 10 negara tujuan pada Forum Perangkat Daerah Sektor Industri, Perdagangan, Koperasi dan UMKM se-Kaltim 2021 di Hotel Platinum Balikpapan, Rabu (24/3/2021). [Biro Humasprov Kaltim]

SuaraKaltim.id - Pandemi Covid-19 justru dijadikan tantangan bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM)  di Kaltim untuk tetap eksis. Pada triwulan pertama, ekspor produk UKM Kaltim ke 10 negara tujuan dengan nilai 2 juta USD atau setara Rp 28 miliar.  

“Saya sangat mengapresiasi UKM kita. Mereka membuktikan, pandemi bukan menyuruh kita malas, justru harus terus beraktivitas. Lebih kreatif menjadikan pandemi sebagai tantangan dan peluang,” puji Gubernur Isran Noor Gubernur saat melepas ekspor ke 10 negara tujuan pada Forum Perangkat Daerah Sektor Industri, Perdagangan, Koperasi dan UMKM se-Kaltim 2021 di Hotel Platinum Balikpapan, Rabu (24/3/2021) dilansir dari laman resmi Pemprov Kaltim.

Menurut Gubernur Isran, capaian tersebut bisa dilakukan karena sinergi yang sangat baik antara Dinas Perindagkop Kaltim dan dinas terkait di kabupaten dan kota, pemerintah pusat, dan pemangku kepentingan lainnya (swasta, asosiasi terkait, Bank Indonesia, dan Himbara).

"Jujur saja, peran UKM sangat besar di Provinsi Kaltim," sebut Isran Noor.

Baca Juga: Gubernur Kaltim Isran Noor, Dana Pembangunan Lebih Banyak untuk Pulau Jawa

Atas kegigihan para pelaku UKM itu, Pemprov Kaltim kemudian memberikan penghargaan bagi eksportir berjasa di Kaltim, sekaligus menyerahkan sertifikat halal kepada 15 pelaku usaha di Kaltim dalam Forum Perangkat Daerah yang digelar 23-26 Maret 2021.

Gubernur mengaku sangat bahagia karena meski pandemi ekspor Kaltim terus bergerak maju. Keuntungan Kaltim lainnya, karena ekspor sudah bisa langsung dilakukan ke negara tujuan  melalui Pelabuhan Kariangau Balikpapan.

Contoh sejak enam bulan lalu Kaltim sudah melakukan ekspor pisang ke Malaysia.

“Sangat terasa pengaruhnya bagi UKM Kaltim, terutama masyarakat di daerah-daerah produsen pisang," kata mantan ketua Apkasi tersebut.

Isran Noor menilai, UKM  di Kaltim mampu menangkap peluang lain dari rencana pemindahan ibu kota negara, dengan produk-produk berkualitas dan berdaya saing.

Baca Juga: Holding Ultra Mikro, Menkop Teten Optimistis Pembiayaan UMKM Bakal Melejit

Ada 9 pelaku UKM di Kaltim mengeskpor  produknya ke China, Singapura, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Pakistan, India, dan beberapa negara di Eropa.

Load More