SuaraKaltim.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wali Kota Tanjungbalai HM Syahrial. Pemegang rekor wali kota termuda Indonesia versi Museum Rekor Indonesia (MURI) ini dikabarkan ditangkap di rumah dinasnya Jalan Sriwijaya Kelurahan Pahang Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai, Selasa (20/4/2021).
Dari informasi yang diperoleh, Wali Kota Syahrial terkena OTT KPK sekira pukul 05.00 Wib. Meski begitu, belum ada informasi resmi mengenai penangkapan tersebut. Namun rumah Wali Kota tertutup rapat pada Selasa pagi.
Dilansir dari Digtara.com-jaringan Suara.com, di dalam rumah terlihat beberapa personel kepolisian dari Polres Tanjungbalai berjaga-jaga dengan senjata laras panjang. Sementara beberapa petugas yang mengenakan rompi KPK dan pejabat Pemko Tanjungbalai berada di lokasi tersebut.
Muhammad Syahrial kelahiran Tanjungbalai 17 Agustus 1988 itu dilantik menjadi wali kota untuk periode pertamanya pada 17 Februari 2016 silam. Dia mendapatkan pengakuan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Wali Kota Termuda pada 27 April 2017 di Jakarta.
Rekor tersebut diserahkan langsung oleh Pendiri MURI Jaya Suprana. Ketika itu, usianya baru 26 tahun. Berkat kepopuleran dan kinerjanya, warga kemudian memilihnya kembali pada Pilkada serentak 2020 silam.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungbalai resmi menetapkannya sebagai Wali Kota Tanjungbalai terpilih. Penetapan dilakukan melalui rapat pleno terbuka yang diselenggarakan di Hotel Grand Singgie, Tanjungbalai, Sabtu (20/2/2021).
Kemudian pada Jumat (26/2/2021), Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi melantiknya menjadi wali kota untuk kali kedua pada usia 33 tahun. M Syahrial merupakan anak ke-5 dari enam bersaudara dari pasangan H Zulkifli Amsar Batubara dan ibu Hj Salmah Saragih.
Sebelumnya, Syahrial pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Tanjung Balai periode 2014-2015. Dia mengawali karir politiknya sebagai anggota DPRD Tanjungbalai. Tetapi ia hanya menjadi anggota dewan 12 bulan, kemudian terpilih sebagai Wali Kota Tanjung Balai berpasangan dengan Drs H Ismail menggantikan Drs H Thamrin Munthe.
Sementara itu, saat dikonfirmasi Suara.com, Ketua KPK Firli Bahuri tak membantah tim satgas tengah melakukan serangkaian penggeledahan dibeberapa lokasi di Tanjung Balai, Sumatera Utara, pada Selasa (20/4/2021) hari ini.
Baca Juga: Eks Wali Kota Cimahi Ajay Ngaku Dimintai Rp 5 M Oleh Oknum, Ini Kata KPK
Adapun tim Satgas KPK, kata Firli, menemukan adanya dugaan tindak pidana korupsi. Maka itu, pihaknya mencari sejumlah bukti-bukti.
"Saat ini KPK sedang mendalami dugaan tindak pidana korupsi dan untuk itu, maka KPK mendalami keterangan para saksi dan memgumpulkan bukti-bukti," kata Firli dikonfirmasi, Selasa (20/4/2021).
Terkait informasi adanya OTT terhadap Wali Kota Tanjung Balai M Syahrial, dia membantahnya.
"Kami tidak melakukan OTT. Kalau ada OTT, pasti kami sampaikan ke rekan," ucap Firli
Firli pun masih enggan menyampaikan kasus tindak pidana korupsi apa yang kini tengah ditelisik oleh penyidik antirasuah.
"Kita berharap setelah bukti cukup maka akan membuat terang peristiwa pidana dan kami bisa menemukan tersangkanya. Nanti pada saatnya kpk sampaikan ke publik," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng
-
Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut