SuaraKaltim.id - Polisi telah menetapkan tersangka pelaku kebakaran hebat yang terjadi di Kawasan Gunung Bugis RT 2, RT 3 dan RT 4 Baru Ulu Kecamatan Balikpapan Barat pada Sabtu (5/6/2021). Pelaku yang diketahui berinisial BB pun sudah melaksanakan pemeriksaan kejiwaan dan hasilnya, yang bersangkutan mengalami tergolong orang dalam gangguan jiwa (ODGJ).
Meski begitu, dari beberapa saksi yang diminta keterangan polisi, terungkap fakta jika tersangka pernahtiga kali mencoba membakar rumah. Pada percobaan ketiga, tersangka bisa membakar rumah dan akhirnya merembet ke belasan rumah lainnya hingga menyebabkan 21 keluarga kehilangan tempat tinggal.
“Saksi dari keluarga ada empat, menurut para saksi sebelum kebakaran besar tersebut terjadi, pelaku pernah membakar meja tapi ketahuan bapaknya sama pak RT, kemudian mencoba bakar meja sama buku dan ketahuan lagi sama warga, yang terakhir ini pelaku membakar tapi tidak sempat dipadamkan warga,” kata Kaposek Balikpapan Barat Kompol Totok Eko Darminto seperti dilansir Inibalikpapan.com-jaringan Suara.com pada Kamis (17/6/2021).
Lantaran itu, dalam waktu dekat pihak Kepolisian Kota Balikpapan akan melaksanakan gelar perkara. Namun, saat ini pihaknya masih menyusun hasil laporan keterangan dari para saksi-saksi di Balikapapan untuk melaksanakan gelar perkara.
“Kita tunggu seminggu lagi, mudah mudahan bisa cepat tuntas,” ujarnya.
Sebelumnya, penyelidikan insiden kebakaran hebat yang terjadi di Kawasan Gunung Bugis sudah selesai dilakukan polisi. Hasilnya satu orang berinisial BB yang masih berusia 18 tahun ditetapkan menjadi tersangka. Namun, BB kemudian masih harus menjalani pemeriksaan oleh Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Atma Husada karena disinyalir pelaku mengalami gangguan kejiwaan.
Kekinian, hasil pemeriksaan terhadap terduga pelaku pembakaran telah keluar dan pelaku dinyatakan mengalami gangguan kejiwaan.
"Hasilnya terbukti gangguan jiwa," kata Kapolsek Balikpapan Barat Kompol Totok Eko Darminto seperti dilansir Presisi.co-jaringan Suara.com pada Rabu (16/6/2021).
Meski begitu, dia memastikan, pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk menindaklanjuti kasus ini.
Baca Juga: Usai Kebakaran di Pemukiman Gunung Bugis pada Kamis Siang, 40 Keluarga Mengungsi
"Sementara perkara dihentikan. Namun akan dilanjutkan setelah gelar perkara," ujarnya.
Dari informasi yang dihimpun, kebakaran pada Sabtu (5/6/2021) sekira pukul 23.00 Wita tersebut merupakan hasil kali ketiga percobaan yang dilakukan terduga pelaku. Sebelumnya, dalam dua kali percobaan, BB selalu gagal.
Akibat kebakaran tersebut, 21 rumah hangus dan satu orang meninggal dunia karena terbakar. Korban yang meninggal dunia tersebut teridentifikasi seorang pria berusia 53 tahun yang tak lain merupakan orang tua BB, bernama Haruna.
Saat dikonfirmasi mengenai waktu gelar perkara, dia belum bisa memastikan waktunya karena masih melakukan koordinasi dengan Polresta Balikpapan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
BRI Buka Penawaran ORI030, Investasi ORI Aman dengan Kupon Bulanan
-
BRI Peduli Percepat UMKM Perempuan Bogor Tembus Pasar Lewat Olahan Buah Pala
-
Suara.com Audiensi dengan KPID Kaltim, Bahas Masa Depan Industri Media
-
BRI Tekan Cost of Fund ke 2,33 Persen, Profitabilitas Makin Kokoh Berkat Penguatan CASA
-
Kantor Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara Digeledah Terkait Korupsi Insentif Guru