SuaraKaltim.id - Pedagang kaki lima (PKL) yang masih nekat berjualan di laur Pasar Pandansari diultimatum Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan untuk segera masuk ke dalam pasar tersebut.
Sebab, jika masih nekat berjualan di luar akan ditertibkan kembali.
“Selama ini sewa lapak di lantai dua dan tiga berkisaran Rp 100-150 ribu perbulan, masuk dulu ke dalam pasar, kalau ada masukan dari pedagang bisa kita komunikasikan,” kata Kepala Disdag Balikpapan Arzaedi Rachman saat diwawancarai awak media seperti dilansir Inibalikpapan.com-jaringan Suara.com pada Senin (28/6/2021).
Dia mengemukakan, saat ini pihaknya masih menata Detail Enggenering Design (DED) untuk mengakomodasi usulan dari para pedagang
“Pokoknya yang penting berjualan pada tempatnya dulu di dalam gedung,” ujarnya.
Kekinian, memang ada pedagang yang berangsur-angsur membenahi lapaknya di dalam gedung.
“Kalau masih bandel ya siap-siap dirazia lagi kalau kena tipiring selain pedagang ya pembelinya juga kena, karena nggak boleh melakukan transaksi jual beli PKL di fasum,” katanya.
Tak hanya itu, dalam waktu dekat Disdag dan Satpol PP akan kembali melakukan penertiban di Pasar Pandansari sasarannya pedagang yang nekat buka lapak di drainase yang ditutup atasnya untuk tempat berjualan dan fasum-fasum.
“Nanti 30 Juni akan ditertibkan lagi yang khususnya berjualan di atas drainase atau fasum, yang selama ini kalau mau dibersihkan sedimentasi di drainasenya terhalang,” katanya.
Sebelumnya, beberapa waktu lalu PKL yang berdagang di luar tempat disediakan ditertibkan petugas gabungan dari unsur Satpol PP, beserta Polri-TNI.
Baca Juga: Preman yang Sering Minta Pungli ke PKL Pasar Pandansari Ditangkap, Terancam Dibui
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Pemprov Kaltim Rincikan Anggaran Renovasi Rumah Dinas Gubernur Rp25 Miliar
-
Wali Kota Samarinda Tolak Penghapusan Iuran BPJS, Begini Jawaban Pemprov Kaltim
-
Kabar Bantuan Iuran BPJS Warga Samarinda Dihentikan, Pemprov Kaltim Klarifikasi
-
Tolak Kebijakan Pemprov Kaltim soal Iuran JKN, Wali Kota Samarinda: Tidak Adil!
-
Penetapan Tersangka Dipertanyakan, Kasus Muara Kate Diduga Ada 'Kambing Hitam'