Scroll untuk membaca artikel
Denada S Putri
Rabu, 28 Juli 2021 | 05:48 WIB
Penjemputan jenazah pasien isoman. [Istimewa]

"Mereka katanya sangat sibuk. Kita disuruh bersabar," tambahnya lagi.

Ia mengatakan respon Satgas Covid-19 Sulsel memang kadang lamban. Entah apa penyebabnya. Dan entah apa alasan lainnya.

"Kita sayangkan ada kejadian seperti ini, namun kita juga pahami kondisi sekarang, mungkin satgas kekurangan tenaga. Tapi jenazah harus cepat ditangani, jangan sampai terlalu lama di rumah sakit," harapnya.

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, proses pemakaman jenazah kini boleh dilakukan oleh pihak rumah sakit. Tak perlu lagi ke Satgas Covid-19.

Baca Juga: Antibodi Vaksin Covid-19 Merek Sinovac Turun Setelah 6 Bulan

"Sudah ada kesepakatan dengan pihak pemkot, jenazah di RS pemkot, atau yang meninggal di rumah, akan diurus oleh pemkot," ungkapnya.

Ia mengatakan petugas Satgas Covid-19 tentu kewalahan. Satu jenazah saja yang diurus butuh waktu hingga tiga jam.

"Kalau semua dijemput sama satgas provinsi itu susah. Per jenazah saja 3 jam. Jadi kalau meninggal 20 orang misalnya, berarti butuh 60 jam," tuturnya lagi.

Sudirman menambahkan para direktur rumah sakit sudah sepakat. Untuk mengurus jenazah yang meninggal di rumah sakit masing-masing. Nantinya serah terima baru akan dilakukan di Macanda.

Baca Juga: Tiga Kunci Bagi Umat Muslim untuk Hadapi Kerasnya Pandemi Covid-19

Load More