SuaraKaltim.id - Ekowisata sungai di Indonesia memiliki potensi yang sama seperti yang ada di luar negeri. Beberapa contoh bisa dilirik oleh pemerintah, kayak Sungai Seine di Paris dan Sungai Thames yang ada di London.
Indonesia juga memiliki sungai-sungai besar, seperti Sungai Kapuas, Sungai Bengawan Solo, Sungai Barito dan Sungai Mahakam. Potensi wisata sungai juga dimiliki Tanah Air, khususnya Samarinda yang dilewati Sungai Mahakam.
Namun sayang, ekowisata tersebut masih belum dilirik oleh Pemkot Samarinda. Menurut anggota Komisi II DPRD Samarinda, Novi Marinda Putri, destinasi yang menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Samarinda ada di sungai sepanjang 980 kilometer itu.
“Sungai Mahakam itu sebagai ikon Kaltim, karena sungai itu terbesar di Indonesia. Kalau tidak dikelola dengan baik, yang jelas tidak menghasilkan apa-apa,” ujarnya, dikutip dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Jumat (17/9/2021).
Dia menyindir, Pemkot Samarinda seharusnya memiliki kreativitas dan inovasi untuk mengembangkan pariwisata dengan memanfaatkan ikon Sungai Mahakam tersebut.
Pengelolaan secara berkala, katanya, harus dilakukan Pemkot Samarinda terlebih dahulu. Dengan begitu, tak menutup kemungkinan kementerian terkait akan melirik. Begitu pula dengan pihak swasta.
“Salah satunya juga (berpotensi) menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) juga, gandeng pihak swasta saja untuk mengelolahnya.”
"Ini tidak ada digerakkan sama sekali, tidak mungkin orang tertarik berinvestor ke Samarinda,” timpalnya.
Tak sampai di situ, menurut politisi PAN ini, Pemkot Samarinda dinilai lemah dalam melakukan pengelolaan pariwisata. Sebab, banyak potensi pariwisata yang dapat dikembangkan, tapi tak dilakukan dengan semestinya oleh pemkot.
Baca Juga: Dispar DIY Dapat Kuota 5 Destinasi Wisata yang Bakal Susul Uji Coba Pembukaan
Dirinya memberikan contoh seperti wisata Bukit Steling. Menurutnya, bukit itu memiliki keindahan pemandangan yang sangat baik. Tapi sayang, pengelolaannya dari pemerintah setempat masih kurang.
"Karena kemasannya kurang menarik, coba kalau fasilitas lengkap, jangankan (warga) Samarinda turis-turis pun berdatangan,” sindirnya.
Dia menyoroti, Dinas Pariwisata (Dispar) Samarinda menurutnya masih lemah dalam melakukan sosialisasi kepada provinsi lain. Bahkan negara-negara lain untuk berkunjung ke Kota Tepian.
“Padahal ada anggaran, teknologi sudah maju, tapi mereka tidak memanfaatkan secara baik. Harusnya mereka bisa membentuk agen-agen promosi pariwisata,” katanya.
Jika promosi potensi pariwisata di Samarinda ini berjalan, diyakini Novi, pihak investor akan melirik untuk membangun fasilitas pariwisata di Samarinda, khususnya Sungai Mahakam.
“Kami berharap, Pemkot Samarinda menfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan PAD. Jadi jangan mengandalkan disektor industri saja,” tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim
-
Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif
-
Kisah Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Bawa Cita Rasa Bubur Cirebon ke Taipei
-
Hadirkan BRImo Taiwan, BRI Raih Penghargaan Inovasi di IDX Channel 2026