SuaraKaltim.id - Covid-19 disebut bisa menjadi penyakit musiman. Hal itu dikatakan oleh ahli epidemiologi Universitas Michigan (UM), Rafael Meza.
Melansir dari Suara.com, profesor epidemiologi dan kesehatan masyarakat global di UM School of Public Health itu memberi bukti soal apa yang ia percayai. Ia menarik paralel antara kenyataan di Amerika Serikat, Brasil dan negara-negara Amerika Selatan lain. Khususnya soal vaksinasi.
Terdapat beberapa negara di Amerika Selatan, salah satunya Brasil yang mengalami penurunan jumlah kasus dan kematian karena Covid-19 dalam kurun waktu terakhir.
Fakta bahwa Brasil dan seluruh Amerika Selatan sedang menuju musim semi dan musim panas memberikan optimisme bahwa kasus Covid-19 dapat tetap rendah di wilayah tersebut karena orang dapat melakukan banyak kegiatan di luar ruangan, membatasi kontak di dalam ruangan.
Meskipun demikian, ancaman varian Delta yang membayangi harus membuat Anda tetap waspada karena ada infeksi setelah vaksinasi atau infeksi kedua.
"Di sebagian besar negara, kita telah melihat gelombang kasus, rawat inap, dan kematian ini, yang kemudian diikuti oleh periode yang relatif tenang. Seiring berjalannya waktu, diperkirakan Covid-19 akan berubah menjadi fenomena musiman, seperti influenza," ujar Profesor Meza dikutip dari sumber yang sama di hari yang sama.
"Ini mungkin akan mengikuti pola yang sama seperti virus pernapasan lainnya yang menyebabkan epidemi terutama selama musim gugur dan musim dingin, tetapi memiliki aktivitas rendah selama musim semi dan musim panas, setidaknya di belahan bumi utara dan selatan," imbuhnya.
Banyak ahli percaya bahwa setelah musim gugur dan musim dingin ini dan setelah kita selesai dengan wabah Delta, kita akan beralih ke pola musiman epidemi Covid-19 di Amerika Serikat. Bisa dibayangkan bahwa pola serupa dapat muncul di Brasil dan negara lainnya.
Amerika Selatan, di mana kasus mungkin tetap rendah dalam beberapa bulan musim semi dan musim panas mendatang, akan muncul kembali di musim gugur dan musim dingin.
Baca Juga: Kadisdik DKI: Sejak Dimulai PTM Tahap I Tidak Terdapat Kasus COVID-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
KPK Ingatkan Gubernur Kaltim soal Mobil Dinas Senilai Rp8,5 Miliar
-
Jadwal Buka Puasa Samarinda dan Sekitarnya, Hari Ini Sabtu 28 Februari 2026
-
Mobil Dinas Suami Rp8,5 Miliar, Gaya 'Noni Belanda' Sarifah Suraidah Jadi Omongan
-
Polemik Mobil Dinas Rp8,5 Miliar, Unggahan Istri Gubernur Kaltim Singgung Kedengkian
-
Sindiran Menohok Warnai Polemik Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Gubernur Rudy Mas'ud