SuaraKaltim.id - Unit Reskrim Polsek Samarinda Kota berhasil membongkar peredaran prostitusi online via media sosial MiChat. Pengungkapan terjadi setelah Polsek Samarinda melakukan operasi patrol cyber di salah satu hotel di Samarinda, Sabtu malam, (13/11/2021) lalu.
Kala itu pihak kepolisian berhasil mengamankan 15 orang yang mempunyai peran masing-masing. Dari 15 orang tersebut 7 orangnya adalah wanita, dan 8 orang lagi adalah laki-laki. Unit Reskrim Polsek Samarinda Kota menetapkan dua pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berinisial Ma (18) dan MHW (20).
Salah satu pelaku prostitusi online, sebut saja Mawar yang berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengatakan, dirinya sudah melakukan pekerjaan prostitusi online selama 6 bulan. Mawar menambahkan, setiap melakukan transaksi dirinya memasang tarif Rp 500 ribu persekali 'main'.
“Udah sekitar 6 bulan saya kerja gini. Setiap kali melayani pelanggan saya berikan tarif 500 ribu sekali main,” ungkap Mawar saat diwawancarai, Senin (15/11/2021).
“Sehari sih kadang bisa dapat 3 pelanggan, kadang juga dapat 2 pelanggan saja,” sambungnya.
Disinggung mengenai hasil dari prostitusi online tersebut, Mawar mengaku uang itu dikirim ke keluarga di kampung. Bahkan keluarga Mawar di kampung tak mengetahui pekerjaannya sebagai pelaku prostitusi online.
“Uangnya dikirim ke kampung mas, baru sisanya saya pakai buat sehari-hari di Samarinda. Orang tua disana tau nya saya bekerja sebagai pegawai toko,” bebernya.
Sementara itu, Kapolsek Samarinda Kota, AKP Creato Sonitehe Gulo mengatakan, saat berhasil mengamankan 15 orang pelaku prostitusi online, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit hp dengan merk iPhone, 2 unit hp dengan merk OPPO yang digunakan pelaku untuk melakukan komunikasi dan transaksi, 15 bungkus kondom merk Sutra, 45 kartu perdana Axis, 1 unit hp dengan merk Xiaomi, 1 unit hp merk OPPO, 10 lembar pecahan uang Rp 50 ribu, 5 lembar pecahan Rp 100 ribu.
“Iya ini semua barang bukti yang kita amankan dari para pelaku tersebut, adanya Jadi para pelaku ini cenderung sangat sering mengganti kartu dengan tujuan tertentu,” jelasnya.
Baca Juga: Andi Harun Optimis Gugatan DPD Golkar Kaltim Ditolak: Kami Menghargai Gugatan yang Masuk
Kendati itu, AKP Creato Sonitehe menambahkan pihaknya saat ini masih terus mendalami terkait peredaran prostitusi online di Kota Samarinda.
“Iya, kami akan terus dalam keterkaitan para pelaku di dalam prostitusi online,” pungkasnya.
Kontributor: Apriskian Tauda Parulian
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
BRILink Rieche Endah Jadi Bukti Komitmen BRI untuk Dorong Inklusi Keuangan
-
Mutilasi Wanita dengan Mandau, Suami Siri dan Temannya Dibekuk di Samarinda
-
Remittance Migrant BRI Naik 27,7%, 1,2 Juta Agen Siap Layani
-
Disorot Prabowo, Pemprov Kaltim Jelaskan soal Mobil Dinas Gubernur
-
Prabowo Sorot Mobil Dinas Kepala Daerah Rp 8 M, Pengamat: Peringatan Keras untuk Diet Anggaran