SuaraKaltim.id - Bencana alam erupsi Gunung Semeru termasuk dalam peristiwa nasional yang memilukan. Seluruh masyarakat Indonesia berduka karena hal tersebut.
Kisah sedih para korban yang harus kehilangan tempat tinggal, keluarga, dan saudara membuat banyak relawan berbondong-bondong untuk membantu. Mulai dari artis, tokoh politik dan tokoh publik, hingga pengusaha.
Tak terkecuali Suriansyah, seorang pengusaha asal Kalimantan Timur (Kaltim). Dengan niat yang tulus, ia kembali mengulurkan tangannya untuk membantu para korban.
Beberapa hari lalu, tepatnya Kamis (23/12/2021) ia mendatangi Posko Penanganan Bencana Erupsi yang berada di Desa Pasrujambe, Kabupaten Lumajang. Niatnya tak lain, untuk menyalurkan bantuan beriupa sembako dan rezeki bagi warga yang kini mengungsi di rumah kerabat usai menjadi korban erupsi.
Bantuan yang ia berikan selain dari Yayasan Mansyur Tuah miliknya, ia juga memberikan bantuan lain. Titipan dari Relawan Info Taruna Samarinda.
Dihubungi melalui saluran telepon, Sasa, panggilannya, mengaku bantuan dari rekan-rekan relawan asal Kota Tepian memang sengaja dititipkan kepadanya. Agar niat baik dari para relawan bisa langsung tepat sasaran.
"Rekan-rekan kemarin enggak tahu mau nitip kepada siapa, takutnya kalau titip ke orang jadi enggak tepat sasaran. Alhamdulillah dari yayasan (Mansyur Tuah) mau menyalurkan juga ke Semeru. Mereka (relawanan Info Taruna Samarinda) akhirnya mau bekerjasama dengan yayasan saya," ucapnya, Minggu (26/12/2021).
Katanya pula, para korban erupsi memang sangat membutuhkan bantuan seperti sembako, obat-obatan, dan tempat tinggal. Ia mengaku, dari apa yang ia lihat, kondisi para korban memang cukup memprihatinkan.
Namun, ia mengaku gerak cepat dari Bupati Lumajang Thoriqul Haq sangat membantu masyarakatnya. Ia menuturkan, Bupati Lumajang nantinya akan membuat rumah baru bagi para korban terdampak.
Baca Juga: Hal Lain yang Harus Diperhatikan dari Korban Gunung Semeru, Selain Materi dan Sosial
"Rumah mereka kan sudah tidak ada lagi, sudah tertimbun dengan erupsi. Nantinya para korban akan dipindahkan ke rumah yang akan dibangun. Ini dalam pembangunan langsung, pendataan juga sudah ada," jelasnya.
Ia mengungkapkan, korban terdampak erupsi Gunung Semeru berkisar kurang lebih 2.000 jiwa. Bantuan dari yayasan miliknya yang ia berikan berupa uang senilai Rp 100 juta, sembako seperti mie instant, telur, beras, air mineral, obat-obatan, dan pakaian.
"Sebagian masyarakat di sana ada yang tinggal di pengungsian, ada juga yang tinggal di rumah kerebatnya. Di pengunsian, bersyukurnya kebutuhan korban terpenuhi. Selimut ada, obat ada, bantuan banyak yang datang tidak cuma dari kita," tambahnya.
Untuk para korban terdampak, ia menyampaikan banyak dari anak-anak dan orangtua. Bahkan hingga kini banyak dari korban erupsi yang belum ditemukan.
"Meski bantuan yang saya salurkan ini tak seberapa, setidaknya kita dapat meringankan beban dari saudara kita yang kini mengalami musibah," tandasnya mengakhiri.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Potret Indonesia dari Dekat, BRI inFrame 2026 Rekam Kisah Ekonomi Kerakyatan
-
Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%
-
254 Penerbangan di Kalimantan Terganggu Akibat Kabut Asap Karhutla
-
Karhutla Kaltim: Hotspot Naik 2 Kali Lipat, Asap Berasal dari Kebakaran Lokal
-
Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi