Eko Faizin
Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:32 WIB
Ilustrasi pelecehan terhadap anak. [Shutterstock]
Baca 10 detik
  • Kasus pelecehan seksual seorang guru mengaji di Kutai Kartanegara membuat heboh.
  • Sebanyak 11 anak di bawah umur disebut menjadi korban pelecehan oknum guru ngaji.
  • Kepolisian setempat masih melakukan pendalaman untuk memastikan jumlah korban.

SuaraKaltim.id - Kasus dugaan pelecehan seksual melibatkan guru mengaji terhadap anak di bawah umur terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Kapolsek Kembang Janggut, AKP Dedy Supriyanto menyatakan laporan itu kini ditangani pihak kepolisian dan masih dalam proses pendalaman untuk memastikan jumlah korban.

"Korbannya ini sementara kalau menurut berita di medsos ya itu ada 11 (anak), tetapi kan untuk pastinya ini anggota saya lagi melakukan pemeriksaan dulu, dimintai keterangan dulu," kata Dedy dikutip dari Kaltimtoday--jaringan Suara.com.

Kapolsek Dedy menuturkan perbuatan tak senonoh diduga dilakukan oknum guru ngaji di salah satu Taman Pendidikan Alquran (TPA) di Kecamatan Kembang Janggut.

"Terduga pelaku sebagai guru ngaji. Selama ini mereka mengaji di situ," tuturnya.

Kanit Reskrim Polsek Kembang Janggut, Iptu Maharoni menambahkan jika perkembangan kasus masih diselidiki dengan mencari saksi tambahan dan menyusun keterangan korban.

"Jadi korbannya ini masih kami susun, karena anak-anak kan susah dia, masih belajar. Jadi harus didampingi orang tuanya saat dimintai keterangan," ujar Maharoni.

Selain itu, petugas juga melakukan jemput bola ke desa setempat untuk mengetahui jumlah korban sebenarnya.

Saat ini, masih mendalami kasus tersebut, termasuk meminta keterangan dari korban lain agar perkara bisa segera naik ke tahap penyidikan.

Diketahui, informasi beredar di media sosial dengan jumlah korban disebut mencapai 11 anak. Namun, hingga saat ini baru satu orang yang membuat laporan resmi di kepolisian.

Berdasarkan keterangan salah satu korban, dugaan peristiwa tersebut terjadi sejak Desember 2025. Akan tetapi, laporan resmi baru disampaikan pada 22 April 2026.

Load More