- SMK Negeri 4 Samarinda mengklarifikasi kasus anak didiknya yang meninggal dunia.
- Sekolah menjelaskan kronologi wafatnya sang siswa yang diisukan karena sepatu sempit.
- Klarifikasi sekolah tersebut dilakukan agar tidak terjadi kesalahahpahaman di masyarakat.
SuaraKaltim.id - Kasus meninggalnya siswa kelas XI SMK Negeri 4 Samarinda, Mandala Rizky Syahputra (16) menuai perhatian hingga pro kontra.
Disebutkan jika Mandala meninggal dunia karena sakit yang diakibatkan memakai sepatu sekolah yang kekecilan sejak lama karena keterbatasan ekonomi keluarganya.
Menanggapi kabar tersebut, pihak SMK Negeri 4 Samarinda buka suara menjelaskan kronologi detil perihal tragedi yang menimpa anak didiknya. Sekolah pun menyampaikan duka yang mendalam.
"Segenap keluarga besar SMK 4 turut berduka cita atas berpulangnya Mandala Rizky Syahputra siswa kelas XI Pemasaran 2 yang kami cintai," demikian Instagram SMKN 4 Samarinda, dikutip Sabtu (9/5/2026).
Menurut sekolah, klarifikasi kasus sepatu kekecilan tersebut dilakukan agar tidak terjadi kesalahahpahaman di masyarakat dan bukan berarti saling menyalahkan.
"Agar tidak terjadi kesalahahpahaman di masyarakat, kami ingin berbagi kronologi kejadian ini dengan hati yang terbuka. Bukan untuk menyalahkan, melainkan untuk mengenang dan memetik pelajaran bersama," lanjutnya.
SMK 4 menyatakan jika Mandala mendapatkan perhatian dari sekolah, mulai dari bantuan seragam, sembako hingga bayar sewa kontrakan keluarga Mandala.
"Sejak kelas X (sepuluh) Mandala sudah mendapat perhatian dari wali kelas saat itu. Bantuan berupa seragam jurusan dan perlengkapan sekolah sudah diberikan. Selain itu bantuan sembako sering juga diberikan, bahkan jika ada kendala dengan uang sewa kontrakan pun dimintai bantuan," ungkap sekolah.
Sekolah kejuruan tersebut juga mengungkap secara rinci hal-hal yang dilakukan pihaknya selama ini terhadap Mandala dan keluarganya.
Lebih lanjut, pihak sekolah juga mencoba menggarisbawahi beberapa poin mulai perihal sepatu, sikap ibu hingga bantuan yang diberikan ke keluarga Mandala, sebagai berikut:
Sepatu Bukan Penyebab Kematian
Tanpa ada diagnosa medis yang lengkap maka sepatu tidak dapat disebut sebagai penyebab kematian karena belum terbukti. Tidak ditemukan luka pada bagian kaki baik di tumit ataupun jari-jari kaki. Kaki membengkak di bagian punggung.
Keterbatasan Informasi dari Keluarga Menjadi Kendala
Ibu Mandala sendiri mengakui bahwa beliau melarang anaknya bercerita tentang kesulitan keluarga kepada sekolah atau teman-teman.
Mandala sebenarnya pernah mengeluh sepatu kepada ibunya, tetapi informasi itu tidak segera diteruskan ke sekolah. Sekolah baru mengetahui hal ini pada kunjungan kedua di hari Kamis.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Aksi Mahasiswa di Kantor PLN Samarinda Ricuh, Polisi Kerahkan Water Cannon
-
Viral, Staf Pemprov Kaltim Joget saat Demo Mahasiswa Bakal Diperiksa Inspektorat
-
Karhutla Belum Reda, Pemprov Kaltim Siapkan Rp3 M untuk Dampak Kabut Asap
-
Kronologi Pembunuhan di Speedboat Samarinda, Jasad Diikatkan ke Batu dan Tiang Jembatan
-
Demo di Kaltim Memanas, Massa Lempar Sayuran Busuk ke Kantor Rudy Mas'ud