Eko Faizin
Selasa, 05 Mei 2026 | 17:58 WIB
Pelajar SMK Samarinda Meninggal karena Sepatu Kekecilan, Ibu Ungkap Kronologi. [Ist]
Baca 10 detik
  • Kasus meninggalnya siswa SMK Negeri 4 Samarinda menjadi tragedi kemanusiaan.
  • Sang ibu, Ratnasari menceritakan awal mula anaknya menderita sakit pada kaki.
  • Akibat sepatu kesempitan yang dipakai, sang anak mengalami pembengkakan.

SuaraKaltim.id - Kasus meninggalnya siswa SMK Negeri 4 Samarinda menuai perhatian banyak pihak. Insiden ini menjadi tragedi kemanusiaan di tengah ketidakmampuan perekonomian keluarga.

MRS (16) sebelumnya sakit karena terpaksa harus menggunakan sepatu sekolah yang sempit atau kekecilan. Dia mengalami pembengkakan pada punggung sebelum menghembuskan nafas terakhir.

"Hampir setengah bulan sakit, itu belum ada bengkak. Baru sekitar 20 hari kemudian muncul bengkak di bagian atas kaki," ujar ibu kandung almarhum, Ratnasari dikutip dari Kaltimtoday--jaringan Suara.com.

Keterbatasan ekonomi memaksa MRS tetap mengenakan sepatu sekolah ukuran 40 meski kakinya sudah berukuran 44. Hal ini memicu luka parah saat menjalani program magang di sebuah pusat perbelanjaan.

Ratnasari menyebut gejala awal berupa nyeri pada kaki yang kemudian menjalar hingga ke pinggang dan punggung.

Selama hampir dua pekan pertama, kondisi kaki MRS tidak menunjukkan pembengkakan. Tetapi, semakin memburuk dengan kaki membengkak.

Meski merasakan sakit, korban tetap menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk menjalani magang. Dalam aktivitas tersebut, korban lebih banyak berdiri dan hanya duduk saat waktu istirahat.

"Dia tidak banyak mengeluh. Nanti setelah pulang baru bilang kakinya sakit sekali," kata Ratnasari.

Sehari sebelum meninggal, kondisi kaki MRS membengkak. Penanganan awal yang dilakukan hanya berupa suntikan di sekitar tempat tinggalnya.

"Setelah disuntik, katanya sudah tidak sakit lagi," ungkap sang ibu.

Namun, kondisi MRS tidak bertahan lama hingga akhirnya meninggal dunia keesokan harinya.

Diketahui, tragedi menimpa MRS siswa kelas 2 SMKN 4 Samarinda, yang meninggal dunia akibat infeksi serius yang dipicu oleh sepatu sekolah yang sudah tak muat di kakinya.

Kenyataan pahit ini semakin miris karena keluarga korban dikabarkan tidak pernah terdaftar sebagai penerima bantuan sosial pemerintah.

Load More