- Sekolah mengaku sering memberikan bantuan terhadap siswanya yang meninggal.
- Diketahui, siswa SMK Negeri 4 Samarinda wafat disebut akibat sepatunya kekecilan.
- Sekolah menyatakan sebelum meninggal, pihaknya memberi uang untuk pengobatan.
SuaraKaltim.id - SMK Negeri 4 Samarinda buka suara menanggapi kematian yang menimpa salah satu muridnya, Mandala Rizky Syahputra (16) beberapa waktu lalu.
Mandala meninggal diisukan karena sakit akibat memakai sepatu kekecilan di tengah keterbatasan ekonomi orangtuanya.
Di sisi lain, sekolah menyatakan kerap memberikan bantuan baik kepada Mandala ataupun keluarganya. Dalam unggahan akun Instagram, sekolah mengaku memberikan bantuan uang atas permohonan ibu Mandala.
Dijelaskan, pada 10 April 2026, ibunda Mandala datang ke sekolah meminta uang sebesar Rp1,1 juta untuk pengobatan non-medis (alternatif) sang anak dengan cara dimandikan.
"Hari itu, ibu Mandala datang meminta uang Rp1.100.000 untuk biaya pengobatan non-medis (dimandikan di Tenggarong)," ungkap keterangan itu, dikutip Sabtu (9/5/2026).
SMKN 4 Samarinda lantas memberikan uang bantuan tersebut yang diambil dari kas masjid sekolah. Tak hanya itu, sekolah menyarankan kepada orangtua agar Mandala diperiksa ke dokter untuk memeriksa penyakitnya.
"Sekolah juga menyarankan agar Mandala diperiksa ke layanan kesehatan agar diketahui penyakitnya secara medis," sebutnya.
Tak lama berselang beberapa hari, ibu Mandala datang kembali ke sekolah meminta uang dengan alasan yang sama.
"Beberapa hari kemudian ibunya Mandala datang meminta bantuan lagi dengan alasan yang sama," ujar sekolah.
Sebelumnya, SMK Negeri 4 Samarinda menjelaskan kronologi detil perihal tragedi yang menimpa anak didiknya. Sekolah pun menyampaikan duka yang mendalam.
"Segenap keluarga besar SMK 4 turut berduka cita atas berpulangnya Mandala Rizky Syahputra siswa kelas XI Pemasaran 2 yang kami cintai," demikian Instagram SMKN 4 Samarinda, dikutip Sabtu (9/5/2026).
Menurut sekolah, klarifikasi tersebut dilakukan agar tidak terjadi kesalahahpahaman di masyarakat dan bukan berarti saling menyalahkan.
"Agar tidak terjadi kesalahahpahaman di masyarakat, kami ingin berbagi kronologi kejadian ini dengan hati yang terbuka. Bukan untuk menyalahkan, melainkan untuk mengenang dan memetik pelajaran bersama," lanjutnya.
SMK 4 menyatakan jika Mandala mendapatkan perhatian dari sekolah, mulai dari bantuan seragam, sembako hingga bayar sewa kontrakan keluarga Mandala.
"Sejak kelas X (sepuluh) Mandala sudah mendapat perhatian dari wali kelas saat itu. Bantuan berupa seragam jurusan dan perlengkapan sekolah sudah diberikan. Selain itu bantuan sembako sering juga diberikan, bahkan jika ada kendala dengan uang sewa kontrakan pun dimintai bantuan," ungkap sekolah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
Terkini
-
Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%
-
254 Penerbangan di Kalimantan Terganggu Akibat Kabut Asap Karhutla
-
Karhutla Kaltim: Hotspot Naik 2 Kali Lipat, Asap Berasal dari Kebakaran Lokal
-
Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi
-
Ada Apa dengan Seleksi Dirut MMP Kaltim? Batas Usia Calon Dipertanyakan