SuaraKaltim.id - Dinas Perhubungan Kalimantan Timur (Dishub Kaltim) memberikan bantuan 200 set alat keselamatan pelayaran kepada para pemilik dan operator kapal penyeberangan sungai dan danau di kabupaten/kota di provinsi Benua Etam.
"Pengadaannya dari APBD tahun 2021 sejumlah 200 set. Per set terdiri satu APAR, satu lifejacket dan satu lifebuoys," kata Kepala Dishub Kaltim Arih Frananta Filifus Sembiring, melansir dari ANTARA, Jumat (7/1/2022).
Menurutnya, keberadaan alat keselamatan pelayaran sangat penting, bahkan wajib dimiliki setiap kapal penyeberangan umum, sebagai jaminan keamanan bagi masyarakat. Ia melanjutkan, kepedulian Pemprov Kaltim ini tidak lain sebagai upaya sekaligus perhatian demi keamanan bagi pelaku usaha penyeberangan (kapal kayu) yang tersebar di berbagai daerah.
Ia menjelaskan, hal itu diawali dengan pembagian 10 set secara simbolis pada Hari Perhubungan Nasional 2021 di Halaman Kantor Dinas Perhubungan Kaltim oleh Sekda Kaltim HM Sa'bani. Selanjutnya, diserahkan tujuh paket (set) alat keselamatan pelayaran kepada tujuh pemilik kapal penyeberangan yang beroperasi di Pelabuhan Logpond GM Kaubun Kutai Timur.
"Alhamdulillah bisa diserahkan langsung Gubernur Isran Noor saat kunjungan kerja ke wilayah utara kepada para pemilik kapal setempat," ungkapnya.
Ia menambahkan, dengan bantuan Pemprov Kaltim berupa alat keselamatan pelayaran, paling tidak pemilik kapal merasa pemerintah hadir bersama mereka dalam pengembangan dan keamanan kapal-kapal penyeberangan.
Ia meminta pemilik kapal agar bantuan yang diterima itu tetap berada di dalam kapal, tidak berada di tempat lain atau tempat yang tidak sesuai peruntukkannya.
"Mudah-mudahan apa yang telah kita berikan bermanfaat secara baik. Kami berupaya memberikan dalam jumlah banyak dan berstandar maksimal," pesannya mengakhiri.
Baca Juga: Pemprov Benua Etam Siap Laksanakan Keppres Faktual Pandemi, Apa Itu?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng
-
Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut
-
Kebakaran Lahan di Tol Samarinda-Balikpapan, Petugas Terkendala Pasokan Air