SuaraKaltim.id - Kompetisi Liga 1 musim 2021/2022 tersisa 11 laga lagi, Borneo FC Samarinda yang kini berada diperingkat 6 klasemen sementara dengan koleksi 34 poin berambisi tembus ke papan atas.
Manajer Borneo FC, Dandri Dauri mengatakan, jika Pesut Etam bisa memaksimalkan 11 laga tersisa, lalu hasil positif didapatkan, maka terbuka peluang untuk merangsek naik dan bersaing di papan atas klasemen.
“Selama ini Borneo FC selalu berada di papan tengah. Inilah yang ingin kami pecahkan. Terus terang tim ini punya potensi untuk bersaing di papan atas,” ujarnya, melansir dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Kamis (10/2/2022).
Meskipun diakuinya, tidak mudah karena tim asal Kota Tepian ini tertinggal 9 poin dengan Persib Bandung yang berada diperingkat 5 dengan 43 poin dan 15 poin dengan Arema FC yang berada di peringkat satu. Namun tetap, optimistis terus mereka gaungkan.
“Kalau melihat persaingan memang sangat ketat dan kami sudah tertinggal cukup jauh.,” ucapnya.
Kendati begitu, harapan masih tetap terbuka. Karena jika mampu memaksimalkan 11 laga sisa, Sultan Samma dan kawan-kawan akan menambah koleksi 33 poin pada akhir kompetisi kasta teringgi nasional itu.
“Tapi semua tak ada yang tahu bagaimana tim papan atas dan tentu saja nasib kami di perjalanan kompetisi musim ini,” sambungnya.
Laga menghadapi PSM Makassar di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar Bali, pada Jumat (11/02/2022), menjadi kesempatan untuk memperpendek jarak dengan tim-tim yang ada dipapan atas.
Baca Juga: Hadapi Persebaya Malam Ini, Hasil Swab PCR Persela Sempat Negatif Lalu Berubah
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa
-
Sakit Hati Sering Diolok-olok, Pegawai Bakar Ruang Rapat Diskominfo Kukar
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA