- Warga Kaltim yang PBI non-aktif masih bisa berobat dengan modal KTP.
- Dinas Kesehatan Kaltim menyiapkan layanan kesehatan PBI JK tak aktif.
- Masyarakat yang PBI non-aktif akan ditanggung melalui skema Gratispol.
SuaraKaltim.id - Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) menjamin layanan kesehatan gratis bagi warga Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang kepesertaannya dinonaktifkan.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin mengatakan bahwa masyarakat cukup dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) provinsi setempat.
"Kami telah menyiapkan agar warga yang kepesertaan PBI JK-nya non-aktif tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis seketika saat berobat," ujarnya dikutip dari Antara, Jumat (13/2/2026).
Jaya mengungkapkan bahwa pada bulan Februari ini, Kementerian Sosial telah menonaktifkan sebanyak 64.000 kepesertaan PBI JK khusus untuk wilayah Kaltim.
Data rinci mengenai nama-nama warga yang terdampak penonaktifan tersebut belum diketahui secara spesifik, sehingga identifikasi baru bisa dilakukan saat warga datang ke fasilitas kesehatan.
Jika ditemukan pasien yang statusnya nonaktif saat hendak berobat, layanan kesehatan mereka akan langsung dialihkan dan ditanggung melalui skema Gratispol.
Menurut Jaya, pengalihan ke skema daerah ini merupakan solusi yang paling efektif karena proses mengaktifkan kembali PBI JK secara langsung ke pusat membutuhkan waktu yang cukup lama.
Fasilitas pembiayaan kesehatan melalui mekanisme jaminan daerah ini dipastikan berlaku eksklusif bagi masyarakat yang memiliki KTP domisili Kaltim.
Ia mencontohkan kasus pada pasien jiwa yang status kepesertaannya tiba-tiba tidak aktif, maka mereka langsung diaktifkan kembali perawatannya tanpa prosedur yang menyulitkan.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik mengenai status jaminan kesehatan mereka karena pemerintah provinsi telah menyiapkan jaring pengaman agar tidak ada warga yang tertolak berobat.
"Jaminan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk mengisi kekosongan pembiayaan PBI yang terhenti akibat penonaktifan data," tegas Jaya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
- Warga Makassar Mengaku Diminta Bayar Rp500 Ribu Urus Surat Waris
Pilihan
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
-
Listyo Diberhentikan, Suyudi Dilantik Prabowo Siang Ini Jadi Kapolri Baru Usai Disetujui DPR
-
Listyo Sigit Prabowo Segera Diganti, DPR Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri
Terkini
-
Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi
-
2 Orang Utan Keluar Habitat Cari Makan Imbas Kemarau Ekstrem di Kaltim
-
Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan