- Transfer APBN ke Kalimantan Timur mencapai Rp40,2 triliun sepanjang 2025.
- Dana itu untuk meningkatkan kesejahteraan, infrastruktur, dan layanan publik.
- Realisasi tersebut didominasi oleh belanja modal sebesar Rp16,04 triliun.
SuaraKaltim.id - Realisasi transfer dari APBN ke Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang 2025 mencapai Rp40,2 triliun yang didominasi oleh penyaluran dana bagi hasil (DBH) sebesar Rp30,74 triliun.
Kepala Kanwil DJPb Kaltim Kementerian Keuangan Edih Mulyadi menyampaikan transfer tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, infrastruktur, dan layanan publik.
"Realisasi transfer ke daerah (TKD) yang mencapai Rp40,2 triliun ini tercapai 95,05 persen dari total pagu sebesar Rp42,3 triliun," katanya dikutip dari Antara, Jumat (13/2/2026).
Edih menyatakan bahwa kebijakan TKD tahun 2025 diarahkan untuk berbagai hal, seperti meningkatkan kualitas desentralisasi fiskal dengan memperkuat penggunaan dana alokasi umum dan lainnya, hingga mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah.
Kemudian, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, karena TKD difokuskan pada sejumlah sektor prioritas yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi seperti infrastruktur, pengembangan pertanian, dan pariwisata.
Lantas untuk menguatkan sinergi kebijakan fiskal, mengingat kebijakan TKD disinergikan dengan kebijakan fiskal pusat untuk mencapai tujuan pembangunan nasional yang lebih luas, seperti pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia melanjutkan selain DBH yang sebesar Rp30,74 triliun tersebut, dari TKD juga terdapat penyaluran dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp6,18 triliun, dana alokasi khusus (DAK) non-fisik sebesar Rp2,41 triliun, dana alokasi khusus (DAK) fisik senilai Rp148,78 miliar, dana insentif daerah (DID) sebesar Rp59,48 miliar, serta dana desa senilai Rp657,67 miliar.
Edih juga mengatakan, kinerja belanja pemerintah pusat baik melalui kementerian atau lembaga di Kaltim sampai selama 2025 mencapai Rp63,4 triliun atau 95,77 persen dari pagu anggaran.
Realisasi tersebut didominasi oleh belanja modal sebesar Rp16,04 triliun untuk penyelesaian berbagai proyek infrastruktur strategis di IKN baik di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dan sekitarnya.
"Kemudian ada pula untuk belanja pegawai yang terealisasi senilai Rp3,86 triliun, belanja barang terealisasi sebesar Rp3,3 triliun, dan bantuan sosial tercatat senilai Rp10,74 miliar," ujar Edih. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi
-
2 Orang Utan Keluar Habitat Cari Makan Imbas Kemarau Ekstrem di Kaltim
-
Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan