SuaraKaltim.id - Kasus Covid-19 di Kaltim hari ini menunjukkan angka peningkatan, sebanyak 1.978 kasus konfirmasi. Berdasarkan laporan yang dirilis Satgas Covid-19, secara berturut di Sabtu (19/2/2022), total mencapai 170.819 kasus terkonfirmasi.
Rata-rata pasien yang terkonfirmasi positif merupakan non Para Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Beberapa daerah yang menyumbangkan angka penambahan dari non PPLN ialah Balikpapan 702, Samarinda 450, Kutai Kartanegara (Kukar) 233, Kutai Timur (Kutim) 185, Bontang 163, Penajam Paser Utara (PPU) 68, Kutai Barat (Kubar) 66, Berau 59, Paser 47, Mahakam Ulu (Mahulu) 1.
Sedangkan untuk kasus positif PPLN dilaporkan ada 4 di Bumi Mulawarman. Berasal dari Balikpapan 3 kasus dan Kukar 1 kasus.
Pasien sembuh atau selesai isolasi mandiri (Isoman) non PPLN di Kaltim hari ini ada 350 laporan. Sembuh non PPLN berasal dari Balikpapan 250, Samarinda 104, Bontang 38, Kutim 32, Kukar 10, Berau 8, PPU 3, Mahulu dan Paser 2, Kubar 1.
Angka kasus meninggal hari ini dilaporkan ada 4. Total kasus meninggal di Kaltim dari awal hingga kini capai 5.477 kasus. Yakni Samarinda 2, PPU dan Kukar 1.
Zona kuning di Kaltim ada 1 daerah, yakni Mahulu. Zona merah ada 9, yaitu Berau, Kutim, Bontang, Samarinda, Balikpapan, Kukar, Kubar, PPU dan Paser.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Potret Indonesia dari Dekat, BRI inFrame 2026 Rekam Kisah Ekonomi Kerakyatan
-
Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%
-
254 Penerbangan di Kalimantan Terganggu Akibat Kabut Asap Karhutla
-
Karhutla Kaltim: Hotspot Naik 2 Kali Lipat, Asap Berasal dari Kebakaran Lokal
-
Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi