Nah akhirnya pembelian migor berganti dengan sistem kuota, setiap satu jam sekali dikeluarkan 4 Karton migor yang isinya 1 karton ada 6 migor ukuran 2 liter. Begitu dikeluarkan belum sampai 15 menit migor tersebut sudah ludes habis, para pembeli ini sudah banyak yang menunggu diluar outlet Maxi.
“Inilah yang selama ini orang menyangka migor di Maxi itu kosong, padahal belum sampai satu jam kami keluarkan migor sudah diserbu pembeli,” akunya.
Sebelum migor terbatas dari produsen, dalam sebulan pihaknya bisa menjual hingga 12 ribu karton, tapi sejak migor susah dan permintaan ditentukan sendiri langsung dari produsen, sejak saat itu hanya bisa menjual 2-3 ribu karton dalam sebulan.
“Itupun kami sudah berupaya memohon agar pengirimannya ditambah, padahal kita siap untuk membayar biayanya di awal, tapi dari produsennya yang tetap mengirimkan dengan jumlah sesuai mereka kirim,” tutup pria ramah ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
BRI dan KPK Bersinergi Cetak Penyuluh Antikorupsi
-
Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi
-
2 Orang Utan Keluar Habitat Cari Makan Imbas Kemarau Ekstrem di Kaltim
-
Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot