Nah akhirnya pembelian migor berganti dengan sistem kuota, setiap satu jam sekali dikeluarkan 4 Karton migor yang isinya 1 karton ada 6 migor ukuran 2 liter. Begitu dikeluarkan belum sampai 15 menit migor tersebut sudah ludes habis, para pembeli ini sudah banyak yang menunggu diluar outlet Maxi.
“Inilah yang selama ini orang menyangka migor di Maxi itu kosong, padahal belum sampai satu jam kami keluarkan migor sudah diserbu pembeli,” akunya.
Sebelum migor terbatas dari produsen, dalam sebulan pihaknya bisa menjual hingga 12 ribu karton, tapi sejak migor susah dan permintaan ditentukan sendiri langsung dari produsen, sejak saat itu hanya bisa menjual 2-3 ribu karton dalam sebulan.
“Itupun kami sudah berupaya memohon agar pengirimannya ditambah, padahal kita siap untuk membayar biayanya di awal, tapi dari produsennya yang tetap mengirimkan dengan jumlah sesuai mereka kirim,” tutup pria ramah ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa
-
Sakit Hati Sering Diolok-olok, Pegawai Bakar Ruang Rapat Diskominfo Kukar
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA
-
BRI Dukung Penempatan Dana SAL, Perkuat Likuiditas dan Kredit Produktif
-
UNU Kaltim Bangun Kampus Berdampak Lewat Penguatan Publikasi Ilmiah