SuaraKaltim.id - Uji coba layanan uji kendaraan bermotor (KIR) di Kantor Dinas Perhubungan Kota Bontang di Kelurahan Lok Tuan sudah berjalan sejak tanggal 9 Maret 2022. Selama uji coba layanan dalam dua pekan terakhir, Dinas Perhubungan Bontang telah melayani 27 kendaraan roda empat hingga hari ini, Rabu (23/3/2022).
Dari total 27 kendaraan, 25 diantaranya mobil jenis pikap dan 2 jenis truk. Suriyansyah, Analis Kebijakan Ahli Muda Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Bontang mengatakan, kendaraan yang akan diuji memiliki perbedaan retribusi, menyesuaikan jenis kendaraan.
Seperti kendaraan jenis pikap biaya uji kir totalnya Rp 105 ribu, sementara mobil truk Rp 125 ribu. Penentuan tarif berdasarkan Perwali nomor 3 tahun 2022, mengenai penetapan tarif retribusi pengujian kendaraan bermotor.
"Sudah termasuk kartu bukti uji dan stiker tanda uji," ungkapnya menyadur dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Rabu (23/3/2022).
Untuk kartu uji dikenakan tarif sebesar Rp 25 ribu, sementara tanda uji stiker Rp 15 ribu. Maka retribusi yang masuk selama 15 hari percobaan layanan uji kir mobil jenis pikap sebanyak Rp 2,6 juta. Sementara, jenis truk dengan jumlah 2 unit sebesar Rp 250 ribu.
Lebih lanjut, apabila di akumulasikan total 27 kendaraan yang sudah melakukan uji kir. Maka Pemkot telah mengumpulkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 2.8 juta selama 15 hari dibuka percobaan layanan kir.
"Hari selasa kemarin satu hari sebanyak 8 kendaraan yang datang," ujarnya.
Katanya, Dishub membuka layanan pendaftaran uji kir mulai dari pukul 08.00 hingga 12.00 wita siang. Selama empat jam mereka membuka layan pendaftaran tiap hari selama hari kerja.
Sementara untuk uji kir menyesuikan lama kendaraan yang diuji. Terlebih ketika jaringan internet dan listrik mati, maka uji membutuhkan wktu dan antrian lama. Diakhir, ia berharap, diaktifkan kembali uji kir di Bontang bisa mendongkrak kembali PAD untuk Bontang.
"Karena ini kan langsung terhubung ke kementrian," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
BRI Buka Penawaran ORI030, Investasi ORI Aman dengan Kupon Bulanan
-
BRI Peduli Percepat UMKM Perempuan Bogor Tembus Pasar Lewat Olahan Buah Pala
-
Suara.com Audiensi dengan KPID Kaltim, Bahas Masa Depan Industri Media
-
BRI Tekan Cost of Fund ke 2,33 Persen, Profitabilitas Makin Kokoh Berkat Penguatan CASA
-
Kantor Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara Digeledah Terkait Korupsi Insentif Guru